Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gadis 13 Tahun Meninggal di Tengah Bentrokan di Kashmir

Rudi Hendrik - Selasa, 20 September 2016 - 19:55 WIB

Selasa, 20 September 2016 - 19:55 WIB

387 Views

Kashmir, 18 Dzulhijjah 1437/20 September 2016 (MINA) – Seorang gadis 13 tahun meninggal di tengah bentrokan antara warga Kashmiri anti-pemerintah dengan pasukan keamanan India di Distrik Shopian, Kashmir selatan.

Gadis yang bernama Khushboo Jan itu meninggal karena serangan jantung pada Selasa (20/9), di saat bentrokan hari ke-73 dan membuat jumlah korban tewas mencapai 87 orang, dua di antaranya polisi.

Saksi dan keluarganya mengatakan, Khushboo ambruk di tengah bentrokan.

Keluarganya mengatakan, ayah Khushboo dan saudaranya pergi untuk berpartisipasi saat pawai di Vehil. Khushboo yang khawatir pergi keluar untuk mencari mereka.

Baca Juga: Krisis Pangan di Sudan Meluas, 21 Juta Jiwa Terancam

“Ketika dia hendak mencapai Chatwatan tempat bentrokan terjadi, dia bersama orang lain berlari untuk menyelamatkan diri setelah mendengar ledakan keras gas air mata dan suara peluru ditembakkan,” kata Nisar Ahmad Bhat, sepupu Khusboo, demikian media lokal Greater Kashmir memberitakan yang dikutip MINA.

Dia mengatakan, saat Khushboo berlari, ia pingsan dan jatuh dengan darah mengalir dari hidung dan mulutnya.

“Orang-orang membawanya ke Puskesmas Harmain tapi ia menyerah dalam perjalanan,” kata Nisar.

Dokter menyatakan kematiannya karena serangan jantung.

Baca Juga: Spanyol Dukung Israel Dikeluarkan dari Kontes Lagu Eurovision 2026

Pada Senin, warga Kashmir dari Desa Gaddapora dan desa-desa lainnya keluar dari rumah mereka sejak pagi untuk melanjutkan protes ke arah desa Vihil untuk berpartisipasi dalam aksi pawai yang menuntut kemerdekaan Kashmir dari India.

Namun, pasukan India menghentikan mereka di jalan, memicu bentrokan.

Pada sore harinya, pengumuman dibuat melalui pengeras suara masjid di Kachdoora dan Chatwatan, meminta orang-orang dari sebelah desa untuk datang, karena pasukan India telah melukai banyak orang dan juga membakar rumah-rumah dan sekolah.

Dalam bentrokan terbaru itu, lebih dari 80 orang terluka di beberapa daerah di siang hari.

Baca Juga: Parlemen Eropa Setujui Pembatasan Medsos untuk Remaja di Bawah 16 Tahun

Hingga bentrokan hari ke-73, lebih dari 13.000 orang telah terluka. Kerusuhan panjang itu dipicu oleh pembunuhan komandan Hizbul Mujahidin Burhan Wani pada 8 Juli oleh polisi India.

Namun, polisi India mengklaim bahwa Khusboo tidak mati dalam bentrokan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara polisi mengklaim bahwa beberapa orang telah mengunggah ke situs jejaring sosial bahwa Khushboo meninggal karena serangan jantung setelah bentrokan.

“Dalam hal ini, pemerintah distrik Shopian telah mengklarifikasi bahwa desa Gaddapora, rumah gadis itu, sekitar 7 km dari Vehil (tempat bentrokan terjadi),” kata juru bicara kepolisian India.

Baca Juga: Banjir Bandang di Thailand Selatan, Korban Tewas Capai 162 Orang

Polisi juga menuding bahwa “penjahat” yang melakukan pembakaran rumah-rumah dan sekolah. (T/P001/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Wakil Utusan Khusus PBB Kecam Serangan Mematikan Israel ke Suriah

Rekomendasi untuk Anda

Asia
Asia
Dunia Islam
MINA Sport
Asia