Gaung Al-Aqsha Haqquna dari Masjid Fathul Khoir Bontang

Bontang, MINA – Slogan “Al Aqsha Haqquna” terdengar keras dari suara jamaah Masjid Fathul Khoir, Bontang, Kalimantan Timur.

Slogan yang berarti “Al Aqsha milik kita, milik kaum muslimin”, mengobarkan semangat dukungan dari mereka kepada bangsa Palestina dan warganya yang berjuang menjaga kiblat pertama kaum muslimin.

Mereka meneriakkan suara tersebut beriringan dengan takbir dalam acara talkshow seputar Palestina dan Masjid Al-Aqsha yang digelar DKM Masjid Fathul Khoir, Perumahan BSD, Bontang, Kalimantan Timur, Ahad (12/05).

Acara yang digelar usai shalat zuhur tersebut mendatangkan narasumber dari dalam dan luar negeri. Dari Indonesia materi diisi oleh KH Imaam Yakhsyallah Mansur yang merupakan pengasuh jaringan pondok pesantren Al Fatah di seluruh Indonesia. Dan dari luar negeri diisi oleh Syeikh Muhanad bin Muhammad Al Hamr yang merupakan dai asal Suriah, tetapi lama menetap di kamp pengungsi Palestina, Lebanon.

Dalam sambutannya, Imaam Yakhsyallah menegaskan bahwa persoalan Masjid Al-Aqsha menjadi tanggung jawab seluruh kaum muslimin.

“Seluruh muslimin dari penjuru dunia, timur dan barat, selatan dan utara, bertanggung jawab mengatasi persoalan yang terjadi di Masjid Al-Aqsha. Sebab Al-Aqsha adalah milik kaum muslimin semua tanpa terkecuali,” jelasnya saat mengantarkan materi yang akan diisi oleh Syeikh Muhanad.

Syeikh Muhanad, dalam ceramahnya, menyatakan pembicaraan seputar Al-Aqsha bukan pembicaraan terkait dengan batu dan bangunan saja.

“Berbicara tentang Al-Aqsha berarti berbicara tentang upaya kita membela dan memperjuangkan kemuliaan Islam dan muslimin,” tegasnya.

Saat warga Palestina yang berada di Al-Quds berjuang menjaga Al-Aqsha mereka tidak berjuang untuk negaranya. Mereka, lanjutnya, justru tengah berjuang mempertahankan simbol kemuliaan Islam dan membela hak milik umat Islam.

Maka kewajiban menjaga Al-Aqsha dari penjajahan Israel bukan menjadi tugas bangsa Palestina atau bangsa Arab saja. Tetapi menjadi tugas seluruh kaum muslimin.

Syeikh Muhanad juga mengingatkan umat Islam kelak mereka akan diminta tanggungjawab di hadapan Allah pada hari akhirat apakah mereka turut berjuang membela saudara-saudara mereka di Al-Quds ataukah hanya bisa mendengar dan diam.

Kedua narasumber tampak berhasil menarik antusias jamaah masjid Fathul Khoir. Di antara mereka yang hadir bahkan terlihat ada beberapa yang menitikan air mata saat menyaksikan foto-foto serta video perjuangan dan penderitaan muslimin di Palestina dalam memperjuangkan Al-Aqsha yang dibawakan oleh Syeikh Muhanad.

Di saat jamaah terbawa suasana haru dan sedih tiba-tiba salah satu dari mereka lantang meneriakkan “Allahuakbar” dan langsung diikuti seluruh jamaah.

Dalam rangka memberikan dukungan nyata untuk kaum muslimin di Palestina pihak DKM Masjid Fahtul Khoir mengajak jamaah untuk memberikan donasinya melalui kotak-kotak infaq yang disediakan di teras masjid. Pihak DKM memberikan tiga hari bagi jamaah yang hendak berdonasi.

Uang yang terkumpul rencananya akan disalurkan melalui organisasi Aqsa Working Group (AWG) yang mensponsori kegiatan dakwah Syeikh Muhanad di Indonesia. (L/RA 02/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)