Gaza Digempur Serangan Udara Israel Tiga Malam Berturut-turut

Kebakaran disebabkan oleh serangan udara Israel di Gaza. (Foto: Wafa)

Gaza, MINA – Pesawat-pesawat tempur Israel pada dini hari Senin (13/9) menembakkan beberapa roket ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza yang terblokade, untuk malam ketiga berturut-turut, menyebabkan kerusakan parah pada sebagian bangunan namun tidak ada korban luka.

Kantor Berita Wafa melaporkan, pesawat-pesawat tempur Israel membom sebuah situs di sebelah timur kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara, menghancurkan area tersebut dan menyebabkan kebakaran, sementara rumah-rumah di dekatnya juga ikut rusak.

Pesawat-pesawat tempur juga membom sebuah situs di sebelah timur kota Rafah di selatan Jalur Gaza menghancurkannya dan menyebabkan kerusakan pada properti di dekatnya.

Selain itu wilayah selatan Gaza, tepatnya di Khan Younis, pesawat-pesawat tempur militer Israel juga mengebom sebuah situs dan menghancurkannya, hingga terbakar.

Serangan udara lain menargetkan sebuah situs di sebelah barat kota Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, menghancurkan dan menyebabkan kerusakan pada properti di dekatnya.

Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan-serangan tersebut.

Israel mengklaim serangan selama tiga malam terakhir sebagai tanggapan atas penembakan satu roket setiap malam dari Gaza ke kota-kota yang berbatasan dengan Israel.

Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menganggap gempuran Israel yang terus berlanjut ke Gaza, Senin (13/9) pagi, sebagai bukti kelemahannya menghentikan “Intifadah Kebebasan” dan kegagalannya menerapkan perimbangan kekuatan baru.

Juru bicara Hamas, Hazim Qasim, menegaskan, Israel berupaya menutupi kelemahan dan kegagalannya pasca operasi terowongan kebebasan, dan upayanya menghentikan Intifadah kebebasan dengan menggempur Jalur Gaza.

Dia mengatakan, pihak perlawanan akan terus merespon gempuran ke Gaza, dengan melanjutkan kontak senjata melawan penjajah di semua kota Tepi Barat dan Al-Quds.

“Upaya ini menegaskan berlanjutnya Intifadah Kebebasan mendukung perjuangan para tawanan, dan kelemahan Israel menerapkan perimbangan batu terhadap bangsa dan perlawanan Palestina,” tegasnya.

Pada Senin pekan lalu, enam tawanan Palestina berhasil membebaskan diri dari penjara Gilboa yang sangat ketat penjagaannya, sebelum kemudian pihak pendudukan berhasil menangkap empat dari mereka sejak Jumat lalu.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)