Gelombang Keempat, 11 Sandra yang Dibebaskan Pejuang Palestina Tiba di Israel

Tel Aviv, MINA – Tentara Israel pada Senin malam (27/11) mengumumkan bahwa 11 yang ditahan oleh pejuang Palestina di Jalur telah tiba di Israel sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran sandera dengan kelompok Palestina yang dicapai melalui mediasi Qatar, Mesir dan Amerika Serikat.

“Unit elit tentara Israel dan pasukan dari Shabak (Dinas Keamanan Umum) saat ini mendampingi orang-orang yang disandera, 11 orang yang telah kembali ke Israel,” kata militer dalam sebuah pernyataan singkat, Anadolu Agency melaporkan.

“Setelah melakukan pemeriksaan awal terhadap kesehatan mereka, pasukan kami akan mendampingi para pengungsi yang kembali hingga mereka tiba di rumah sakit bersama keluarga mereka,” katanya.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan badan-badan keamanan untuk memulangkan semua orang yang disandra. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel mendesak masyarakat untuk bersabar dan menghormati privasi para pengungsi yang kembali dan keluarga mereka,” tambahnya.

Pejabat Otoritas Penyiaran Pendudukan Israel mengatakan bahwa di antara tahanan yang dibebaskan terdapat 9 anak-anak dan 2 wanita.

Dilaporkan juga bahwa Hamas membebaskan 6 sandra dari Thailand tanpa syarat.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Thailand Parnpree Bahiddha-Nukara akan tiba di Israel pada Selasa dan bertemu dengan warga Thailand yang dibebaskan.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa 33 warga Palestina, diantaranya 30 anak-anak dan 3 wanita dibebaskan dalam gelombang Keempat, sebagai imbalan atas pembebasan 11 sandera Israel.

Juru bicara kementerian Majid Al-Ansari mengatakan di X bahwa orang Israel yang dibebaskan termasuk tiga orang berkewarganegaraan Prancis, dua orang berkewarganegaraan Jerman, dan enam orang berkewarganegaraan Argentina.

Pada hari ketiga gancatan senjata, Pejuang Palestina di Gaza telah membebaskan 58 orang sandra, termasuk 41 warga pendudukan Israel, 17 orang dari Thailand, Filipina, Amerika Serikat, dan Rusia.

Dalam kesepakatan gencatan senjata, selama empat hari pejuang akan membebaskan 50 tawanan Israel tidak termasuk warga warga asing dengan pertukaran 150 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Pejuang Palestina dilaporkan menyandera sekitar 240 orang, termasuk warga negara asing, sejak operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober lalu.

Sementara 7.500 warga Palestina telah ditangkap pasukan Pendudukan Israel dari berbagai wilayah kini berada di dalam penjara mereka. Hingga sekarang pasukan Pendudukan Israel masih terus melakukan operasi penangkapan warga Palestina mulai anak, wanita, pemuda, hingga lansia dari berbagai wilayah tanpa alasan yang jelas. (T/R5/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)