Gempuran Israel di Gaza Masuki Bulan Keempat, Ratusan Wartawan Gugur

Doha, MINA – Israel terus menggempur hingga hari Ahad (7/1) ketika perang di Gaza berkecamuk memasuki bulan keempat, sementara diplomat terkemuka AS Antony Blinken mengunjungi Timur Tengah dan memperingatkan konflik tersebut mengancam wilayah yang lebih luas.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang berbicara di Qatar pada kunjungannya ke Timur Tengah, juga mengatakan warga Palestina yang mengungsi akibat serangan militer Israel harus diizinkan untuk “kembali ke rumah”.

Jaringan Al Jazeera yang berbasis di Qatar mengatakan, dua jurnalis yang bekerja untuknya tewas ketika mobil mereka diserang di Rafah, di Gaza selatan.

Mereka bernama Mustafa Thuria, seorang pembuat video yang juga bekerja untuk AFP dan organisasi media lainnya, dan Hamza Wael Dahdouh, putra kepala biro Al Jazeera di Gaza yang sebelumnya kehilangan istri dan dua anak lainnya dalam serangan Israel.

Al Jazeera mengatakan pihaknya mengutuk pembunuhan dan “penargetan” jurnalis, sementara Blinken menyebut kematian tersebut sebagai “tragedi yang tak terbayangkan”.

“Dan hal ini juga terjadi pada banyak pria, wanita, dan anak-anak Palestina yang tidak bersalah,” kata Blinken.

Perang tersebut telah menyebabkan sedikitnya 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi, menurut angka PBB. (T/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Rudi Hendrik

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.