Geopark Solusi Alternatif Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Jakarta, MINA – Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman (Menko) Luhut B. Pandjahitan mengatakan Geopark bisa menjadi solusi alternatif membangkitkan ekonomi di Indonesia.

Menurut laman UNESCO, saat ini ada 140 taman bumi yang berada di 38 negara masuk dalam jejaring UNESCO. Taman tersebut di antaranya empat berada di Indonesia.

Terkait ini, Menko Luhut mengaku bangga dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar UNESCO Global Geopark.

Menurutnya, ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh Indonesia dengan pengakuan UNESCO tersebut.

“Geopark bisa menjadi solusi alternatif pemanfaatan dan kekayaan kekayaan alam dan budaya untuk kebangkitan ekonomi dan pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan,” katanya saat membuka acara Konferensi Nasional Pertama Geopark Indonesia dengan tema “Wonderful Geopark Of Indonesia, Pengembangan Geopark Sebagai Jalan Baru Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan” di Gedung Bappenas/PPN, Jakarta, Kamis (12/7).

Indonesia pertama kali menyelenggarakan Geopark (taman bumi) yang diselenggarakan di Gedung Kementerian PPN/Bappenas yang dihadiri oleh para Menteri.

Diantara menteri yang menghadiri sekaligus mendukungan perkembangan Geopark yaitu, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjahitan, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (yang diwakili oleh Dirjen Kemendikbud bidang Kebudayaan), Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf.

Ia menambahkan, pengakuan UNESCO terhadap taman bumi di Indonesia menjadi daya tarik kawasan sekaligus peluang investasi di beberapa sektor berpotensi untuk meningkat pesat.

“Dari pengembangan geopark, sektor jasa wisata, industri UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, kuliner dan beberapa sektor terkait lainnya bisa tumbuh,” tambahnya.

Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilau tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu, dikembangkan dengan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal. (L/R10/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)