Gerakan Black Lives Matter Inggris Serukan Keadilan Bagi Palestina

(Foto: Getty)

London, MINA – Gerakan Black Lives Matter Inggris menyerukan keadilan bagi Palestina, saat Israel berusaha mencaplok Tepi Barat yang diduduki dan politisi Inggris telah dibungkam karena menentang rencana Israel.

“Ketika Israel bergerak maju dengan aneksasi Tepi Barat, dan arus utama politik Inggris tersumbat dari haknya untuk mengkritik Zionisme dan kolonial Israel, kami dengan keras dan jelas berdiri di samping kawan-kawan Palestina kami. PALESTINA MERDEKA,” kata kelompok itu di Twitter, Senin (29/6).

Dikutip dari The New Arab, melompok itu kemudian merilis informasi tentang pendudukan ilegal Israel di Tepi Barat. Mereka mengatakan, perang melawan rasisme dan kolonialisme harus bersifat universal.

“Kami berdiri bersama orang Palestina pada saat yang paling mendesak ini, dan menentang serangan yang dipercepat terhadap hak-hak mereka yang disebutkan di atas dan di banyak sumber lainnya.”

Tweet kelompok itu mendapat banyak dukungan, mendorong diskusi luas tentang solidaritas Kulit Hitam-Palestina.

“Palestina telah lama mendukung perjuangan orang kulit hitam melawan rasisme. Ada hubungan yang sangat penting antara kedua perjuangan selama beberapa dekade,” kata organisasi Palestina SunBird.

Komentar Black Lives Matter tentang politik Inggris “disumbat” terjadi beberapa hari setelah seorang anggota partai oposisi terkemuka dipecat karena berbagi pesan untuk mendukung “Black Lives and Palestinian”.

Politisi Rebecca Long-Bailey diminta mundur sebagai Menteri Pendidikan Bayangan pekan lalu setelah menyetujui wawancara dengan seorang aktris yang mengklaim polisi AS yang dituduh membunuh George Floyd mempelajari taktiknya dari pasukan Israel.

Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak 1967. Mereka melakukan berbagai pelanggaran terhadap warga sipil Palestina, kata kelompok hak asasi manusia. (T/RI-/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)