Gerakan Subuh Berjamaah Kampanye Fajar Agung untuk Bela Aqsa

islamic-masjid-al-aqsa-mosque-palestine-architecture-502694-1024x819

Oleh: Sakuri, Redaktur Senior Kantor Berita MINA

Al-Quds Online sebagaimana dikutip MINA melaporkan gerakan subuh berjamaah tiap Jumat dengan slogan “Kampanye Fajar Agung” terus berlanjut di Masjidil Aqsa dan masjid-masjid lainnya di Palestina.

Puluhan ribu kaum Muslimin memadati Masjidil Aqsa di Yerusalem Lama, Masjid Ibrahimi di Hebron, dan masjid-masid lainnya di Tepi Barat dan Jalur Gaza, pada shalat subuh Jumat (14/2).

Jamaah berpartisipasi luas dan menegaskan pembelaanya terhadap Al-Aqsa melawan pendudukan Israel di pemukiman dan tempat-tempat suci.

Mengapa Dipilih Waktu Subuh

Dipilihnya waktu subuh untuk menggerakan umat untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah sebagai “Kampanye Fajar Agung” bukan tanpa alasan.

Ulama Pakistan, Syaikh Maulana Tariq Jamil pernah menyampaikan pengalaman dakwahnya ketika pergi ke negeri Jordania.

Ketika di Jordania beliau pergi ke daerah perbatasan Jordania-Israel. Sampai di daerah perbatasan, ketika rombongannya Syaikh Maulana Tariq Jamil selesai menunaikan shalat subuh di salah satu masjid di dekat perbatasan, tiba-tiba seorang tentara Israel dari luar melihat ke arah dalam Masjid.

Setelah melihat sebentar lalu tentara Israel itu langsung pergi. Maka Syaikh Maulana Tariq Jamil menghampiri tentara Israel itu dan bertanya apa yang dia tadi lakukan, “Saya hanya ingin melihat berapa jumlah orang Islam yang hadir shalat subuh di Masjid,” kata tentara Israel itu. Syaikh Maulana Tariq Jamil sambil keheranan bertanya “kenapa?”

Dia pun menjawab “di dalam kitab kami tertulis ‘Jika di seluruh dunia jumlah orang Islam yang hadir untuk shalat subuh berjamaah di masjid sama banyak dengan jumlah jamaah shalat Jumat, maka saat itu Israel akan hancur.’

Tetapi ketika tadi saya lihat di masjid jumlah orang Islam yang datang untuk shalat subuh berjamaah masih sedikit, maka hati saya tenang, karena umat Islam pasti tidak bisa kalahkan kami.”

Bergeraklah Jangan Diam

Ulama Gaza Syeikh ‘Aathof dalam suatu kesempatan ceramahnya di Gaza menyampaikan Masjidil Aqsa sejak dikuasai oleh Yahudi maka Masjidil Aqsa dalam bahaya.

Terjadi penggalian di bawahnya dan upaya peruntuhan Masjidil Aqsa pada waktu yang telah mereka rancang yang waktunya telah mereka tentukan.

Pernah terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu tepatnya pada hari Kamis 21 Agustus 1969, Masjidil Aqsa dibakar sampai mimbar Salahudin Al Ayubi pun ikut terbakar.

Peristiwa itu terjadi pada masa Saudi Arabia dipimpin oleh Raja Faisal dan Israel dipimpin oleh Golda Meir seorang perempuan sebagai Perdana Menteri keempat Israel pada periode 17 Maret 1969 – 3 Juni 1974.

Ketika terjadi pembakaran Masjidil Aqsa, zionis Israel sangat ketakutan, malam itu sampai banyak pimpinan Israel tidak bisa tidur karena mereka menduga umat Islam akan mengamuk, akan datang umat Islam besar-besaran bersama-sama dari berbagai daerah bahkan mungkin dari negara-negara tetangga marah akan menuntut pembakaran Masjid Al Aqsa itu.

Tetapi ternyata tidak terjadi apa-apa kecuali hanya kecaman-kecaman lisan mengutuk, akhirnya pagi hari penguasa Israel tertawa ternyata umat Islam tidak melakukan apa-apa padahal tempat tersucinya yang berada di Palestina dibakar menunjukan bahwa kondisi umat Islam benar-benar dalam keadaan lemah karena tidak memberikan respon.

Pada tanggal 28 Agustus 1969, ada 24 negara mayoritas Muslim yang mengajukan keluhan kepada Dewan Keamanan PBB. Dan PBB pun sempat menanggapi dengan mengutuk serangan itu dan meminta ‘Israel’ membatalkan semua pengaturan yang akan mengubah status Al-Quds. Namun ‘Israel’ mengabaikan resolusi ini, Zionis Israel terus mencaplok Al-Quds hingga kini.

Dibandingkan reaksi umat Islam pada waktu itu yang hanya memberikan kecaman-kecaman lisan mengutuk dan mengadukan ke PBB, maka Gerakan subuh berjamaah tiap Jumat dengan slogan “Kampanye Fajar Agung” yang terus berlanjut di Masjidil Aqsa dan masjid-masjid lainnya di Palestina dalam menolak rencana jahat ziaonis Isarel bersekongkol dengan AS mencaplok Yerussalem yang di dalamnya ada Masjidil Aqsa dan Hebron yang di dalamnya ada masjid Ibrahim Al-Khlil adalah gerakan yang tidak boleh dianggap remeh, justru ini bagian yang mengkhawatirkan zionis Israel.

Kemuliaan Solat Subuh

Subuh adalah waktu yang amat istimewa, waktu dimana terjadi pergantian dari malam ke pagi, dari gelap menuju terang.
Dalam Al-quran disebutkan firman Allah,

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” (QS 35. Faathir 13).

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS 31. Luqman 29).

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”. (QS 25. Al Furqaan 62).

Keistimewaan Solat Subuh

Shalat subuh memiliki banyak keistimewaan dalam islam yaitu

1. Disaksikan Oleh Para Malaikat
Shalat subuh sangat istimewa hingga Allah SWT menurunkan perintah langsung dalam firman-Nya pada QS Al Isra 78

“Dirikanlah shalat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan dirikanlah pula shalat subuh, sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan malaikat” (QS Al Isra 78).

Orang yang melaksanakan shalat subuh akan mendapat perhatian Allah pada hari kiamat karena berkumpulnya para malaikat malam dan siang di waktu tersebut dimana para malaikat melaporkan langsung kepada Allah Subhanahu wa taala apa saja yang dikerjakan hamba-Nya di waktu subuh dan mendoakan kebaikan bagi mukmin yang menjalankan shalat subuh.

2. Berada di dalam jaminan Allah,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim).

3. Penyebab Masuk Surga

“Barang siapa yang mengerjakan shalat bardain (subuh dan ashar) maka dia akan masuk surga” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Penghalang Masuk Neraka

“Sekali kali tidak akan masuk neraka orang yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit di ufuk timur”. (HR Muslim-Abu Daud).

5. Pahala Seperti Shalat Semalaman

“Dan barang siapa yang shalat subuh berjamaah makan seolah olah dia shalat seluruh malamnya”. (HR Muslim).

6. Bercahaya di Hari Kiamat

“Berikanlah kabar gembira kepada orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (isya’ dan subuh) menuju masjid, dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat kelak”. (HR Ibnu Majah- Tirmidzi).

7. Lebih Baik Dari Dunia dan Isinya
“Dua rakaat shalat subuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya”. (HR Muslim-Ahmad).

8. Melepaskan Tiga Ikatan Syaitan

“Syaitan membuat tiga ikatan di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan syetan akan mengatakan : malam masih panjang, tidurlah! Jika dia bagun dan berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Jika dia kemudian mengerjakan shalat, lepaslah ikatan yang terakhir” (HR. Bukhari).

9. Terhindar Dari Kencing Syetan

Dalam sebuah hadist riwayat Al Bukhari dan Muslim Ibnu Masud Radhiyallahu anhu bahwa salah satu tindakan syetan yang menyesatkan ialah mengencingi manusia, orang orang yang bangun kesiangan hingga lalai dalam menjalankan shalat subuh.

Disebutkan kepada Nabi Muhammad SAW ada seorang laki laki yang tidur semalaman hingga waktu pagi dan kehilangan waktu subuh, maka Rasulullah bersabda “Laki laki itu telah dikencingi setan pada telinganya”. Agar terhindar dari hal tersebut manusia sudah selayaknya bangun di awal waktu subuh dan menjalankan shalat subuh tepat waktu.

10. Waktu Terkabulnya Doa

“Pada waktu itu adalah tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu”. (Syarh Shahih Muslim 6:36).

11. Waktu Pembagian Rejeki

“Seusai shalat subuh janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rejeki”. (HR Thabrani)

12. Waktu yang Baik Untuk Berdzikir

“Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu berada di waktu subuh”. (QS Ar Ruum : 17) .

13. Mendapat Keselamatan

Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah jika menurunkan bala dari langit kepada penduduk bumi, maka Allah akan menghindarkannya dari pemakmur masjid”. (HR Askari).

Arti dari hadist tersebut ialah, orang yang menjalankan shalat subuh berjamaah akan terhindar dari mara bahaya, contoh yang pernah terjadi ialah ketika terjadi tsunami beberapa tahun silam di Aceh, jamaah yang sedang shalat subuh di masjid itu terhindar, padahal jika kita logika pada saat itu daerah sekitar seutuhnya tersapu oleh tsunami.

14. Diampuni Dosa Dosa

Rasulullah bersabda “Barang siapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosa dosa nya sekalipun dosa nya itu sebanyak buih di laut”. (HR Muslim dan Tirmidzi).

15. Terhindar Dari Munafik

“Batas antara kita dengan orang orang munafik adalah yang menghadiri shalat isya’ dan shalat subuh. Hal itu dikarenakan orang munafik tidak akan sanggup untuk menghadiri kedua shalat tersebut”. (HR Imam Malik).

16. Dapat Melihat Allah

“Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata : sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari, maka lakukanlah”. (HR Al Bukhari dan Muslim).

17. Mendapat Pahala Seperti Pahala Haji dan Umrah

“Siapa yang shalat subuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna”. (HR Al Tirmidzi).

Semoga gerakan shalat subuh berjamaah tiap Jumat dengan slogan “Kampanye Fajar Agung” akan terus berlanjut di Masjidil Aqsa dan masjid-masjid lainnya di Palestina dan di seluruh dunia.

Gerakan shalat subuh berjamaah setiap hari di masjid-masjid, mushola-mushola harus terus dikampanyekan sampai kapanpun dan dimanapun. (A/RS5/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)