Grebek Kampung, Dompet Dhuafa Berbagi Keberkahan Ramadhan

Parung, MINA – Dompet Dhuafa (DD) mengadakan program Grebek Kampung  di beberapa wilayah di Indonesia untuk berbagi keberkahan Ramadhan. Pada Ramadhan keenam, Sabtu (11/5) merupakan hari pertama DD melakukan Grebek Kampung Kadusewu, Desa Parung, Bogor, Jawa Barat.

Ketua Program Ramadhan DD Haryo Mojopahit mengatakan, kegiatan ini salah satu bentuk upaya gotong royong dan saling berbagi kepada sesama umat beragama, terutama bagi mereka menjalankan ibadan puasa.

“Kegiatan ini untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta dana lain yang halal dan legal, baik dari perorangan, kelompok, maupun perusahaan/lembaga,” tambahnya.

Adapun kegiatan yang terdapat dalam Grebek kampung yang dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa antara lain Kegiatan Aksi Layanan Sehat Gratis, Layanan Cukur Gratis, ngeCAT Bareng Musholla, Belajar Bela Diri, Lomba Anak Kreatif, Lomba Anak Sholeh, Story Telling , Safari Dakwah, Dapur Keliling, Berbuka Bersama, Pasar Berkah, dan Santunan Yatim dari berbagai komunitas.

Program yang dilaksanakan di RT 07 RW. 03 ini sangat disambut baik oleh warga setempat, ada 6 RT yang tergabung, sangat antusias mengikuti program tersebut.

Ketua RT 07 Sadeli mengatakan, untuk warga di RT-nya sendiri ada 78 Kepala Keluarga, mereka sangat senang ada program tersebut karena sangat membantu, terutama di kegiatan kesehatan gratis.

“Warga sangat seneng ada pengobatan gratis juga, disini belum pernah ada acara seperti ini. Acara ini sangat membantu masyarakat, terutama yang punya penyakit, karena dari kampung ini kalau mau berobat ke Puskesmas jaraknya 2 kilometer. Puskesmasnya buka mulai jam 09.00 tutup jam 13.00,” ujarnya kepada wartawan MINA.

Sementara itu, Jumiriah (52) salah satu warga yang memiliki penyakit diabetes juga ikut berobat gratis mengungkapkan rasa senang.

“Senang dengan adanya kegiatan ini, harapannya program ini bisa diadain terus, syukur-syukur bisa rutin satu Minggu sekali. Kedepannya selain program ini, juga ada kaya pembagian sembako gitu,” ujarnya.

Di samping itu, Ketua RT 10 Ahyadi mengungkapkan, desa tersebut lemah ekonomi, juga sangat membutuhkan air bersih.

“Karena ini daerah pegunungan susah untuk dapet air bersih, tanahnya berupa lapisan batu yang keras. Di sini ada PAM bantuan dari pemerintah, tapi untuk paralon sampai kerumah itu biaya masing-masing. Airnya terbatas dan harus gantian sama warga lainnya, airnya juga aga keruh,” keluhnya.

Setidaknya akan ada 114 kampung di seluruh Indonesia, yang akan digrebek oleh Dompet Dhuafa. Kampung-kampung itu telah diseleksi yang memang mayoritas masyarakatnya adalah mustahik. (L/R10/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)