Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Medan, MINA – Gunung Sinabung di Provinsi Sumatera Utara, kembali bererupsi dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) akibat kubah lava membeku dengan jarak luncuran hingga 4.500 meter ke arah tenggara dan terpantau tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter pada Selasa (2/3).

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Andiani menyampaikan, peristiwa APG terjadi selama 3 kali dan saat ini berada pada level siaga.

“Pengamatan visual dan kegempaan hari ini hingga  pukul 9.00 WIB menunjukkan fluktuasi dalam pola yang masih tinggi, tetapi tidak ada indikasi peningkatan potensi ancaman bahaya,” Katanya dalam keterangan yang diterima MINA.

Beberapa kecamatan terdampak diantaranya 17 desa di Kecamatan Tiganderket, 8 desa di Kecamatan Kutabuluh dan 15 desa di Kecamatan Tigabinaga.

Ia mengatakan, rangkaian kejadian awan panas guguran yang terjadi ini merupakan karakter erupsi Gunung Sinabung yang telah terjadi beberapa kali sejak tahun 2013.

Andiani juga mejelaskan, bahaya erupsi ini berpotensi terjadi lagi yang meliputi awan panas guguran akibat kubah lava yang tidak stabil, terjadinya hujan abu di sekitar gunung Sinabung sesuai dengan arah dan kecepatan angin dan terjadinya laharan tergantung curah hujan di sekitaran Gunung Sinabung.

“Ancaman bahaya sebaran material awan panas guguran, dan guguran batuan meliputi sektor selatan, timur hingga tenggara dalam radius 4-5 km, sedangkan sebaran material erupsi berukuran abu bisa terbawa lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta 4 KM untuk sektor timur-utara, dalam jarak 5 Km untuk sektor selatan-timur Gunung Sinabung.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh,” ujarnya.

Personel dari TNI, Polri, BPBD dan Damkar Kabupaten Karo sebanyak 100 personel di 3 Kecamatan terdampak masih melakukan pembersihan dan penanganan. (R/SR/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)