Gunung Taal Erupsi, Sebanyak 112 WNI Dievakuasi ke KBRI Manila

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Joedha Nugraha (foto: Sajadi/MINA)

Manila, MINA – Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina telah mengevakuasi sebanyak 112 Warga Negara Indonesia (WNI) menyusul erupsi Gunung Berapi Taal di Pulau Luzon, Filipina pada Ahad (12/1) lalu.

“Hingga pagi ini (Selasa (14/1) terdapat 112 WNI yang dievakuasi ke KBRI Manila. Keadaan mereka dalam kondisi sehat. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI Manila akan terus memantau perkembangan situasi,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Joedha Nugraha dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Selasa (14/1).

Sebelumnya ia mengatakan, Tim Perlindungan KBRI Manila pada Senin (13/1) telah berada di wilayah Cavite untuk memantau situasi, berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan bantuan kepada para WNI.

KBRI Manila juga telah menyampaikan imbauan agar WNI yang terdampak erupsi untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas setempat terkait situasi dan kondisi di wilayah tersebut.

WNI di sana diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker atau handuk basah jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan

“Jika menghadapi situasi darurat agar segera menghubungi hotline KBRI di nomor 0917 3198470,” kata Joedha.

Departemen Ilmu pengetahuan dan Teknologi Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina melaporkan kenaikan level erupsi Gunung Taal menjadi level waspada pada akhir pekan lalu.

Level peringatan meningkat dari level 3 (pergerakan magma) menjadi level 4 (erupsi berbahaya segera terjadi) pada pukul 19.02 waktu lokal.

Kenaikan status terjadi akibat aktivitas vulkanik yang mengeluarkan fragment partikel yang sarat uap setinggi 10-15 kilometer disertai petir dan hujan abu basah di bagian wilayah utara gunung Taal. Akibatnya hujan abu berimbas hingga ke kota Quezon.

Otoritas Filipina juga telah mengimbau warga untuk mengevakuasi diri terutama penduduk sekitar Gunung Taal, yang berjarak 82 kilometer dari Manila.

Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila bahkan sempat menunda seluruh penerbangan dari dan menuju bandara. (L/RE1/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)