Guru Perempuan Mualaf Bangga Menjadi Muslimah

Riyadh, 9 Rajab 1437/ 17 April 2016 (MINA) – Pada saat umat Islam menghadapi penindasan di seluruh dunia, dan citra Islam sedang difitnah di bagian yang berbeda, justru membuat Lorna, seorang guru Katolik, menjadi mualaf, memeluk Islam.

“Saya bangga menjadi seorang Muslimah”, kata Lorna, pada pertemuan yang diselenggarakan untuk mualaf di Riyadh, Islamic News Ahad (16/4) melaporkan.

Acara untuk menghormati Muslim mualaf di Riyadh dihadiri oleh Zeinab binti Abdullah Al-Rajhi, wakil dari pusat studi mahasiswa di Imam Mohammed Bin Saud Islamic University, selain pejabat lainnya.

“Sebelum memeluk Islam, saya adalah seorang guru di sebuah gereja Katolik. Kemudian, saya memutuskan untuk pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik “, ujar Lorna.

“Awalnya saat saya membersihkan rak-rak perpustakaan di tempat mengajar, saya menemukan terjemahan Al-Qur’an. Saya bertanya ke pihak perpustakaan jika saya ingin membacanya, dan ia menyambut baik gagasan”, tambahnya.

Ia menambahkan, setelah membaca ia langsung tertarik, dan singkat cerita ia pun menyatakan keinginannya untuk masuk Islam. Lalu ia pun diantar oleh kawan Muslimah ke seorang ulama dan ian pun mengucapkan syahadat.

“Hari ini saya merasa bangga menjadi seorang Muslimah”, katanya.

Dalam pertemuan itu, Zeinab binti Abdullah Al-Rajhi, wakil dari pusat studi mahasiswa di Imam Mohammed Bin Saud Islamic University,  menyampaikan bahwa merupakan tanggung jawab individu dan kolektif untuk menyebarkan firman Allah.

Dia juga menekankan pentingnya pemantapan bagi mualaf dengan pengetahuan Islam untuk melindungi mereka dari hasutan.

Pihak universitas di Riyadh pada kesempatan itu memberikan penghargaan dan hadiah kepada para mualaf dari kalangan mahasiswa berprestasi dan pemenang kompetisi.

Mona Nasser Al-Khaledi mengucapkan selamat kepada para mualaf Muslimah. Dia mencatat bahwa jumlah perempuan Muslim yang menyatakan keislamannya di Riyadh selama empat bulan terakhir telah mencapai 400. (T/P005/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)