Gus Yahya Tegaskan NU Selalu Berada di Pihak Palestina

Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.(Foto: MINA)

Jakarta, MINA – Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan, pihaknya akan selalu berupaya membantu rakyat Palestina untuk dapat menikmati masa depan yang lebih baik.

Dia juga menegaskan bahwa NU akan selalu berada di sisi Palestina.

“NU tidak pernah berhenti, selalu berada di pihak rakyat Palestina dan selalu berupaya mencari jalan untuk bisa sungguh-sungguh secara nyata membantu rakyat Palestina untuk memperoleh masa depan yang lebih baik,” kata Gus Yahya dalam diskusi virtual PBNU dengan Penasihat Presiden Palestina untuk Masalah Agama dan Hakim Agung Palestina, Mahmoud Al-Habbash, Ahad, (27/3).

Sebagaimana dikutip NU Online, Gus Yahya menilai konflik yang terjadi di Palestina merupakan konflik yang rumit. Konflik tersebut meliputi persoalan menyangkut agama dan politik.

“Ada masalah politik, ada masalah keagamaan, dan lain sebagainya, maka kita perlu memikirkan strategi yang lebih cepat juga untuk mengatasi masalah-masalah ini,” ujar pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah itu.

Adapun menyangkut konflik dalam dimensi politik, Gus Yahya menuturkan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia dan akan menggunakan dimensi keagamaan untuk membantu pembebasan Palestina.

“Maka kami memilih dimensi keagamaan dan menyerahkan upaya-upaya pada dimensi politik kepada pemerintah, negara, supaya kami tidak melanggar batas-batas wewenang kami terkait pemerintah Indonesia,” ungkap Gus Yahya.

“Saya pribadi dan NU telah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, baik pihak-pihak dari kalangan keagamaan Yahudi atau keagamaan Kristen untuk terus mencari jalan keluar dari jejak-jejak permusuhan antaragama yang kita warisi dari sejarah,” tambahnya.

Pernyataan Gus Yahya disampaikan dalam menanggapi pernyataan Mahmoud Al-Habbash yang mengharapkan PBNU untuk dapat memberikan risalah kepada masyarakat Muslim internasional.

Hal tersebut diyakininya dapat mendorong penguatan Palestina untuk mendapatkan hak beribadah secara bebas di sana.

“Kami melalui PBNU mengharapkan risalah kepada umat Islam secara keseluruhan untuk dapat mengunjungi Al-Quds secara khusus dapat memperkuat warga Palestina yang ada di sana, karena merupakan hak kami untuk beribadah secara bebas. Hak seluruh umat Islam secara bebas,” kata Mahmoud Al-Habbash.

Dia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak ingin menghapus kebebasan beribadah bagi siapa pun, melainkan menginginkan kedaulatan bagi negeri Palestina dan menjamin beribadah untuk seluruh umat beragama di Palestina.

“Kami ingin Al-Quds dapat menjadi bagian negara Palestina,” pungkasnya.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)