Bogotá, MINA – Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam keras genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Ia menegaskan, siapa pun yang membiarkan kejahatan tersebut tanpa tindakan nyata telah kehilangan kemanusiaannya.
“Siapa pun yang menerima genosida ini adalah anti-manusia; bahkan binatang pun tidak akan melakukan hal seperti itu,” tulis Petro di akun X pada Jumat (29/8). Ucapannya disertai unggahan video yang memperlihatkan warga Palestina berlarian menuju konvoi bantuan kemanusiaan.
“Mereka yang menerima hal itu pada dasarnya adalah kaki tangan genosida dan orang-orang terbuang secara spiritual dari bumi,” tambahnya.
Pernyataan ini kembali menegaskan sikap keras pemerintah Kolombia terhadap Israel.
Baca Juga: AS Blokir Pejabat Palestina Hadiri Sidang PBB, Jelang Pengakuan Negara
Kolombia sendiri telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sejak 3 Mei lalu. Langkah itu diambil sebagai protes atas agresi militer Israel yang terus memakan korban jiwa di Jalur Gaza.
Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 63.000 warga Palestina dilaporkan tewas. Serangan udara dan darat menghancurkan sebagian besar infrastruktur Gaza dan mendorong jutaan penduduknya ke ambang kelaparan.
November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), setelah sejumlah negara menggugat tindakan brutal yang dilakukan Tel Aviv di Gaza.
Baca Juga: Trump Larang Mahmoud Abbas Hadiri Sidang Umum PBB di New York
Pernyataan Petro menambah panjang daftar kecaman internasional terhadap agresi Israel, yang kini tidak hanya dipandang sebagai konflik bersenjata, tetapi juga sebagai bentuk kejahatan paling serius terhadap kemanusiaan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Thailand Resmi Pecat PM Paetongtarn Shinawatra