Habib Rizieq Syihab : Aksi Bela Islam untuk Tuntut Keadilan

Cibubur, 25 Shafar 1438/25 November 2016 (MINA) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dalam kunjungannya ke Radio Silaturahim (Rasil), Kamis (24/11) malam, mengatakan bahwa aksi Bela Islam dari jilid pertama hingga jilid ketiga yang akan berlangsung pada 2 Desember nanti, adalah murni untuk menuntut keadilan.

“Sebenarnya dari aksi damai jilid pertama hingga jilid ketiga itu ada benang merahnya. Ketika kita merujuk pada aksi Bela Islam yang pertama, kita melaporkan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, namun lembaga kepolisian sangat lamban sehingga ada kesan polisi tidak niat dalam menangani kasus ini,” kata Habib Rizieq.

Memang, kata Habib Rizieq, pada akhirnya, aksi damai jilid II membuahkan hasil. Ahok dijadikan tersangka namun tetap tidak ditahan. Nah pada aksi Bela Islam jilid 3 ini adalah untuk menuntut pihak kepolisian agar segera menahan Ahok.

“Ini murni menuntut keadilan. Aksi damai pertama hingga aksi damai ketiga tidak menyinggung masalah SARA. Kita tidak anti China, kita tidak anti Kristen, dan kita juga tidak berniat merusak Bhineka Tunggal Ika. Ini sudah kita buktikan pada 4 November. Pada aksi 4 November itu ada kelompok Kristen, ada kelompok etnis China, justru gerakan inilah gerakan paling Bhineka Tunggal Ika,” paparnya.

Lebih jauh, Habib Rizieq mengungkapkan bahwa pada gelar perkara yang dipimpin oleh Polri beberapa waktu lalu, pihaknya menyertakan bukti dan saksi yang sudah tidak dipungkiri lagi bahwa pernyataan Ahok masuk kategori kasus penistaan agama.

“Maka saya meminta Kapolri untuk segera untuk menangkap dan menahan Ahok,” katanya.

Tuntutan itu, kata Habib Rizieq, disampaikannya dengan menyertakan lima kemungkinan.

“Pertama, Ahok berpotensi pergi kabur ke luar negeri. Kedua, Ahok berpotensi menghilangkan barang bukti. Ketiga, Ahok berpotensi mengulangi perbuatannya lagi. Kita bisa saksikan wawancara Ahok dengan media asing, dia sudah menghina ulama. Keempat, Ahok berpotensi menghancurkan persatuan NKRI. Kelima, adanya diskriminasi hukum terhadap sebagian pihak, sehingga kami meminta Ahok tidak hanya dijadikan tersangka, tapi juga harus ditahan,” katanya.

Seperti diketahui bersama, aksi damai pada 4 November lalu yang dihadiri ratusan ribu umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia berjalan dengan damai. (L/P011/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)