Hadapi Pasukan Khusus Israel, Pemuda Palestina Gunakan Kembang Api

Yerusalem, MINA – Puluhan pemuda Palestina melakukan perlawanan terhadap pasukan khusus pendudukan Israel di desa Issawiya di kota Yerusalem yang diduduki, Jumat (9/10) malam.

Media Palestina Safa melapprkan, puluhan pemuda itu menggunakan kembang api untuk melawan pasukan khusus Israel yang bersenjata lengkap.

Peristiwa perlawanan puluhan pemuda Palestina ini terekam dalam video yang disebarkan oleh aktivis media sosial.

Video yang menyebar secara luas di media sosial itu menampilkan adegan-adegan bentrokan dari jarak beberapa meter antara para pemuda yang menggunakan alat perlawanan apa adanya, yaitu kembang api.

Kembang api itu dinyalakan dan diarahkan ke tentara pendudukan Israel datang dengan tujuan untuk menculik para pemuda.

Adegan tersebut menunjukkan keberanian yang tiada tara dari pemuda dalam mendekati tentara pendudukan dengan tujuan untuk menghalangi mereka dan mencoba untuk menyerang mereka menggunakan kembang api.

Pasukan Israel yang dari orang-orang mirip Arab itu menyamar dan melakukan intervensi dengan tujuan menangkap pemuda yang telah menyerang pasukan “Penjaga Perbatasan” yang mencoba memasuki desa.

Selama penyerbuan desa, tentara pendudukan Israel menembakkan gas air mata dan bom suara, sementara para pemuda menanggapi dengan melemparkan batu dan botol kosong ke arah tentara.

Pasukan dari orang-orang Arab adalah unit keamanan rahasia dan swasta, yang disebut dalam bahasa Ibrani “Al-Mustafarim,” yang berafiliasi dengan polisi pendudukan Israel.

Unit-unit ini terdiri dari tentara yang dipilih dari kulit dan ciri-ciri yang mirip dengan orang Arab, dan mereka menjalani pelatihan di sebuah lembaga khusus, yang merupakan desa industri yang menyerupai desa Palestina, untuk mempelajari detail kehidupan Palestina dan mempelajari sejarah orang Arab Palestina, bahasa dan adat istiadat mereka.

Pasukan Arabis ini menjalankan tugas untuk menghancurkan dan membubarkan demonstrasi Palestina, atau menghasut pemuda untuk melakukan tindakan yang memberikan pembenaran untuk mengejar, menangkap dan memenjarakan mereka, seperti menghasut mereka untuk melempar batu ke tentara dan mobil pendudukan.

Surat kabar Israel “Maariv” mengungkapkan, kaum Arabis menyamar dengan mengambil peran sebagai jurnalis yang membawa kamera, paramedis, atau dokter untuk dapat menangkap pemuda atau orang yang dicari Israel.

Cara seperti itu dilakukan Israel untuk memudahkan mereka menembus demonstrasi dan aksi protes serta menjalankan misi keamanan mereka meskipun kadang dengan mengenakan pakaian wanita. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)