Hadi Sumarsono: Status Tanah Wakaf Palestina Tidak Berubah Sampai Sekarang

Aktivis Peduli Palestina, Hadi Sumarsono. Photo : Hadis/MINA

Bandar Lampung, MINA – Ketetapan Khalifah Umar Bin Khattab bahwa Palestina sebagai tanah wakaf kaum muslimin, tidak berubah hingga saat ini.

Demikian dikatakan aktivis Palestina Hadi Sumarsono saat ditemui MINA di Bandar Lampung, Senin (2/3), menanggapi peringatan tahunan warga Palestina, yakni Hari Tanah.

Menurutnya, sikap Khalifah Umar saat kembali mengambil alih tanah Palestina untuk tidak membagikan tanah wakaf kaum Muslimin tersebut, merupakan sikap meneladani Rasulullah Shallallahu A’laihi Wa Sallam.

“Beliau meneladani sikap Rasulullah Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam, dengan menimbang bahwa kemuliaan Baitul Maqdis adalah sebagaimana mulianya kota Makkah,” katanya.

Sementara, menurut Hadi, Indonesia dapat mendukung secara penuh dalam membantu kembalinya tanah wakaf umat Islam tersebut.

“Dari sisi Pemerintah, mendukung penuh hak tanah Palestina melalui akses diplomasi dan ikut mendorong teraksesnya resolusi PBB yang berkaitan dengan hal tersebut,” katanya.

Adapun kaum muslimin Indonesia dapat melakukan langkah menebarkan pencerahan (sosialisasi) tentang kedudukan wakaf tanah Palestina dan mengadakan kunjungan ke sana sebagai bentuk dukungan nyata kepemilikan umat Islam atas tanah wakaf tersebut.

Sebab, menurutnya lagi, Indonesia mempunyai utang sejarah terhadap Palestina yang merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat itu.

Hari Tanah merupakan hari peringatan tahunan warga Palestina. Hari Tanah digelar setiap tahun setiap 30 Maret, memperingati tewasnya enam warga negara Israel keturunan Arab di tangan polisi dan pasukan Israel, ketika pecah demonstrasi pada tahun 1976. Demo ini menentang rencana pencaplokan tanah Palestina di Galilea seluas 2.000 hektare.

Hari itu juga memperingati adanya perjuangan untuk merebut kembali tanah milik rakyat palestina yang sudah dirampas oleh zionis Israel sejak 1948.

Sejak masa itulah, banyak rakyat palestina yang terusir dari tanah milikya dan menjadi pengungsi di negeri tetangga, akibat tindakan intimidasi dan teror pendatang ilegal kaum Yahudi yang di dukung oleh Ingris.

Sekitar 17.000 warga Palestina melakukan aksi demonstrasi memperingati Hari Tanah Palestina tanggal 30 Maret  pada Jumat (30/3).

Aksi tersebut dimaksudkan untuk menekan Israel mencabut blokade wilayah kantong pantai Gaza yang sudah berlangsung satu dekade.

Setidaknya ada lima titik kumpul di sepanjang 65km perbatasan Jalur Gaza, kata Pasukan Pertahan Israel dalam sebuah pernyataan. Puluhan warga Palestina syahid, dan ribuan lainnya luka-luka dalam aksi tersebut.

Hari ini, masyarakat Indonesia melalui Aqsa Working Group (AWG) dan LSM lainnya mengadakan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta sebagai bentuk dukungan bagi warga Palestina. (L/nnr/B01/RI-1).

Mi’raj News Agency (MINA).