Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadiri Pertemuan BoP, Prabowo Tegaskan Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 20 Februari 2026 - 08:52 WIB

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:52 WIB

14 Views

Presiden RI Prabowo Subianto di Pertemuan Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat (foto: Kemsetneg RI)
Presiden RI Prabowo Subianto di Pertemuan Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat (foto: Kemsetneg RI)

Washington, MINA – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan sekitar 8.000 personel sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ke Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada Kamis (19/2).

Dalam forum yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia tersebut, Prabowo menekankan, pengiriman pasukan Indonesia sepenuhnya untuk misi kemanusiaan, bukan operasi tempur atau demiliterisasi.

“Keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur. Fokus utama adalah perlindungan warga sipil, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pelatihan dan penguatan kapasitas kepolisian Palestina,” tegas Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Bernie Sanders Kecam Netanyahu, Sebut Israel Seret AS ke Konflik Iran

Presiden juga menegaskan, personel Indonesia tidak akan terlibat dalam konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun. Penggunaan kekuatan dibatasi secara sangat ketat, hanya diperkenankan untuk membela diri dan harus sepenuhnya tunduk pada hukum internasional.

Prabowo menambahkan, Indonesia akan menarik pasukannya jika pelaksanaan misi di lapangan menyimpang dari mandat yang telah ditetapkan atau bertentangan dengan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 personel dari total 20.000 personel ISF yang direncanakan dikerahkan ke Gaza. Rencana ini sejalan dengan komitmen Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa partisipasi dalam ISF tidak dimaknai sebagai pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan Israel. Partisipasi ini juga hanya dapat dilakukan dengan persetujuan penuh dari otoritas Palestina.

Baca Juga: Tentara Israel Perintahkan Evakuasi bagi Warga di Selatan Beirut

Indonesia juga menyatakan penolakannya terhadap segala upaya perubahan demografi dan relokasi paksa terhadap rakyat Palestina. Area penugasan Indonesia dibatasi secara khusus hanya di Gaza, yang merupakan bagian integral dari wilayah Palestina.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah negara peserta BoP juga menyampaikan komitmen mereka dalam upaya perdamaian dan rekonstruksi Gaza pasca agresi militer Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS

Rekomendasi untuk Anda