Haftar Umumkan ‘Operasi Udara Terbesar’ Lawan Pasukan Turki di Libya

Tobruk, MINA – Pasukan yang bersekutu dengan jenderal Libya yang membangkang, Khalifa Haftar, telah mengumumkan “operasi udara” terhadap pasukan Turki di negara itu, ketika pemberontak itu mengalami kemunduran taktis besar pekan ini.

Komandan Angkatan Udara Haftar, Saqr Al-Jaroushi, berjanji untuk menyerang posisi militer Turki di Libya, menurut sebuah laporan Bloomberg pada Kamis (21/5), demikian dikutip dari The New Arab.

Saat ini pasukan yang setia kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB di ibukota Tripoli – yang didukung oleh Turki, telah – merebut pangkalan udara Al-Watiyah pada hari Senin, yang selama ini digunakan pemberontak sebagai pangkalan untuk ofensif Haftar ke Ibu Kota.

“Anda akan melihat operasi udara terbesar dalam sejarah Libya dalam beberapa jam mendatang,” kata Saqr Al-Jaroushi dalam sebuah pernyataan.

“Semua posisi dan kepentingan Turki di semua kota adalah target yang sah bagi jet angkatan udara kami dan kami menyerukan warga sipil untuk menjauh dari mereka.”

Pangkalan udara Al-Watiyah di luar Tripoli direbut GNA didukung oleh ratusan pejuang oposisi Suriah dan perangkat berat militer Turki.

Drone Turki menumbangkan persenjataan berat Haftar sebelum serangan di pangkalan udara, termasuk sistem pertahanan udara Pantsir-S1 buatan Rusia yang dipasok Uni Emirat Arab (UEA).

Haftar telah bergantung pada UEA, Mesir dan Rusia untuk perangkat berat militernya, termasuk bantuan udara dan tentara bayaran.

Dia juga dibantu oleh para pejuang Suriah – termasuk mantan pemberontak – yang dipasok oleh pemerintah Bashar Al-Assad melalui Rusia. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)