Halaqah Ulama ASEAN Tahun Ini Siap Digelar di Jakarta

 

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurraman Masud (kedua kiri) saat berbicara mengenai persiapan pelaksanaan halaqah ulama ASEAN di Jakarta, Jumat (12/10). Foto:Rina/MINA

Jakarta, MINA – Pertemuan Ulama negara-negara ASEAN tahun ini kembali dihelat. Para pemuka agama dijadwalkan membahas beragam isu mulai dari kemandirian ekonomi pendidikan pesantren sampai isu radikalisme.

Pertemuan akan menghadirkan ulama dari 10 negara ASEAN dan dua negara Cina serta Timor Leste. Ulama perwakilan Myanmar juga dijadwalkan hadir pada pertemuan itu.

Menurut Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurahman Masud mengatakan selama kegiatan, Kemenag akan menghadirkan pameran yang menampilkan beragam pesantren dengan prestasi kemandirian ekonomi mereka.

“Saat ini sudah ada enam pesantren, nanti kita liat sukses story mereka di pameran,” katanya dalam sebuah jumpa pers dengan media, di Jakarta, Jumat (12/10).

Perhelatan yang akan berlangsung pada 17-19 Oktober 2017 di Sari Pan Pasific Hotel, Jakarta, disebut istimewa karena menghadirkan penelitian tentang pesantren dan lembaga pendidikam yang memiliki kemandirian di bidang ekonomi, baik di Indonesia maupun di negara ASEAN, yang dilakukan sebelum pertemuan digelar.

“Penelitian ini yang akan menjadi acuan dan pembahasan pada pertemuan nanti,” ujar Kepala Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Amsal Bakhtiar dalam pertemuan yang sama.

Halaqah pertama tahun sebelumnya digelar di Bogor menghasilan beberapa rekomendasi yang menjadi bahan pembelajaran para ulama dalam memajukan pendidikan Islam di negara masing-masing. Tahun ini, tiga isu utama menjadi fokus perhatian yang dibahas dalam ajang berbagi itu.

“Halaqah Ulama ASEAN 2017 akan fokus pada tiga isu. Pertama, pengembangan Islam moderat melalui jaringan pendidikan Islam ASEAN. Kedua, penguatan daya saing lembaga pendidikan Islam di ASEAN. Ketiga, membuat model lembaga islam yg kompetitif, mampu merespon tantangan dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN,” ujar Abdurahman.

Pertemuan yang mengambil tema, “Menguatkan Kompetisi Lembaga Pendidikan Islam ASEAN” itu akan menghadirkan beragam pembicara mulai dari perwakilan MUI, pengusaha Islam dan ulama-ulama asing lainnya.(L/RE1/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)