Hamas Beri Tiga Opsi pada Israel

Gaza, MINA – Petinggi Pejuang Perlawanan Islam (Hamas) Palestina Osama Hamdan memberikan tiga pilihan nasib untuk rezim Zionis Israel jika agresi di Jalur Gaza terus berlanjut.

Osama Hamdan menyoroti kegagalan Israel membebaskan sandera di Jalur Gaza dan malah menembak tiga sandera pada Jumat (15/12) lalu.

“Posisi kami tegas, yaitu tidak ada pembicaraan negosiasi sebelum menghentikan agresi,” kata Osama Hamdan kepada Al-Mayadeen, Ahad (17/12). Dia juga menekankan Hamas mampu bertahan selama berbulan-bulan melawan Zionis Israel.

“Pendudukan mempunyai pilihan berikut: pilihan (Gilad) Shalit, pilihan tentara yang terbunuh oleh peluru rekan-rekan mereka, atau pilihan Ron Arad,” kata Osama Hamdan, menyebutkan apa yang terjadi pada tentara Israel di masa lalu.

Baca Juga:  Mahkamah Internasional Minta Israel Beri Informasi Soal Zona Evakuasi Gaza

Gilad Shalit adalah seorang tentara Israel yang diculik oleh Brigade Al-Qassam pada 2006.

Israel mencoba menemukan Gilad Shalit selama bertahun-tahun, meskipun melancarkan lebih dari satu agresi terhadap Jalur Gaza, sampai Hamas berhasil menukarnya dengan lebih dari seribu tahanan pada tahun 2011, termasuk Yahya Sinwar, pemimpin Hamas saat ini.

Adapun Ron Arad adalah pilot Israel yang jejaknya hilang di Lebanon setelah pesawatnya ditembak jatuh pada tahun 1986. “Israel tidak mampu mengakses informasi penting apa pun tentang nasibnya (Ron Arad),” kata Osama Hamdan.

Osama Hamdan menambahkan, posisi Hamas jelas dan tidak akan melakukan negosiasi sebelum adanya kesepakatan gencatan senjata.

Osama Hamdan berpendapat, Israel gagal mencapai semua tujuan mereka sepanjang pertempuran sejak 7 Oktober 2023.

Baca Juga:  Knesset Israel: Tak Satu pun Brigade Hamas Dihancurkan di Gaza

“Tidak ada yang tahu bagaimana Sinwar mengelola pertempuran dan para pemimpin merasa nyaman dalam mengelolanya. Ada keselarasan kerja antara kepemimpinan Hamas dan kepemimpinan Brigade Al-Qassam,” katanya.

Petinggi Hamas itu menilai pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan, mengungkapkan perselisihan antara Israel dan AS hanya terlihat di luar dan bukan apa yang sebenarnya terjadi. (T/R4/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Rudi Hendrik