Hamas : Israel Belum Ambil Langkah Pertukaran Tahanan

Gaza, MINA – Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengatakan, Kamis malam (16/4), pendudukan Israel belum membuat langkah aktual dan serius terhadap inisiatif yang diajukan gerakannya dari kesepakatan pertukaran tahanan.

Juru bicara Abdul Latif Al-Qanoua, mengatakan pada kesempatan Hari Tahanan Palestina tanggal 17 April, bahwa “pendudukan Zionis belum mengambil langkah nyata dan serius, dan belum mengambil inisiatif.” Quds Press melaporkan.

Dia menambahkan, keberhasilan atau kegagalan inisiatif yang diajukan salah seorang pimpinan Hamas,  al-Sinwar, tergantung pada keseriusan Israel.

Al-Qanoua menekankan, inisiatif al-Sinwar masih serius, dan itu mewakili dimensi manusia dari pembebasan tahanan.

“Masalah tahanan adalah salah satu prioritas tertinggi kami dalam fase sensitif saat ini,” ujarnya.

Ia menekankan, “Pembebasan para tahanan adalah kesepakatan bersama, dan kami berkomitmen untuk itu, dan kami akan bekerja keras dengan segala cara dan kemampuan, dan kami akan menggunakan semua energi untuk membebaskan mereka semua.”

Sebelumnya Pimpinan Hamas Yahya Al-Sinwar mengumumkan, dalam sebuah wawancara televisi awal April, bahwa gerakannya siap untuk membuat konsesi pada masalah tahanan Israel di pihaknya. Konsesi ini dengan imbalan pembebasan pendudukan Israel atas para tahanan Palestina dari kalangan manula dan yang sakit, sebagai inisiatif kemanusiaan dalam masa krisis Corona.

Di antaranya dalam catatan, pada April 2016, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan, untuk pertama kalinya, berhasil menangkap dan menahan empat tentara Israel, termasuk prajurit Aaron Shaul.

Shaul ditangkap dalam aksi respon pejuang al-Qassam terhadap serangan darat Israel di lingkungan Al-Tuffah, timur kota Gaza.

Pemerintah Israel mengumumkan hilangnya dua tentara di Jalur Gaza dalam agresi militer pada 8 Juli – 26 Agustus 2014. Mereka  adalah Aaron Shaul dan Hadar Golden.

Kementerian Keamanan Israel mengklasifikasikan mereka pada Juni 2016, sebagai “hilang dan ditawan”. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)