Hamas: Israel Patuhi Gencatan Senjata

Gaza, MINA – Kelompok perlawanan Hamas yang berkuasa di Gaza pada Rabu (19/6) mengatakan, Israel mematuhi ketentuan perjanjian gencatan senjata tidak resmi yang dicapai bulan lalu atas mediasi Mesir.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Hamas Hazem Qassim mengatakan, mediator pihak ketiga telah meyakinkan kelompoknya bahwa Israel akan menerapkan “paket yang lebih luas” dari konsesi dalam beberapa hari mendatang, termasuk memungkinkan bantuan keuangan ke Gaza, mengatasi krisis listrik dan air di Jalur Gaza, membangun program ketenagakerjaan, dan memfasilitasi pergerakan warga Palestina melalui penyeberangan perbatasan.

Kepastian Qassim bahwa Israel memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan itu muncul setelah harian Lebanon Al-Akhbar melaporan di hari yang sama, menuding Israel telah mencegah transfer dana Qatar untuk sekitar 5.000 keluarga yang membutuhkan di Gaza, demikian Times of Israel melaporkan.

Utusan Qatar untuk Gaza, Mohammed Al-Emadi, membantah laporan itu. Ia mengatakan, keterlambatan dalam mentransfer dana kepada keluarga di Gaza adalah karena keputusan untuk menempatkan uang itu ke proyek-proyek pembangunan daripada bantuan keuangan langsung.

Israel tidak secara resmi mengakui perjanjian gencatan senjata dengan Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan lain di Jalur Gaza yang ditengahi pada awal Mei, setelah pertempuran sengit selama dua hari.

Di bawah gencatan senjata, Hamas dilaporkan setuju menghentikan serangan di sepanjang pagar perbatasan, mempertahankan zona penyangga 300 meter dari perbatasan, mengakhiri peluncuran balon pembakar ke komunitas Israel, dan bentrokan malam hari antara warga Gaza dan pasukan keamanan, serta menghentikan armada yang mencoba menerobos blokade laut di Jalur Gaza.

Sebagai imbalannya, Israel setuju mengizinkan Qatar mengirim uang ke Gaza, memperluas zona penangkapan ikan, memungkinkan program uang tunai dari PBB, membiarkan obat-obatan dan bantuan kemanusiaan lainnya masuk ke Jalur Gaza, serta membuka negosiasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan listrik, penyeberangan dan perawatan kesehatan. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)