Hamas-Jihad Islam Bersatu Lawan Rencana Aneksasi Tepi Barat

Gaza, MINA – Gerakan Hamas dan Jihad Islam menegaskan kesiapan perlawanan Palestina dalam semua formasinya untuk menghadapi serangan Israel terhadap rakyat dan meningkatkan tingkat koordinasi dan kerja sama di antara kekuatan-kekuatan perlawanan Palestina.

Pernyataan dilontarkan saat kedua gerakan terkuat di Palestina itu bertemu untuk merespon rencana Tel Aviv yang akan menganeksasi Tepi Barat pada 1 Juli mendatang, menurut laporan Pusat Info Palestina pada Ahad (28/6).

Pertemuan tersebut membahas situasi di kota Al-Quds dan Tepi Barat secara umum, serta kondisi para tawanan di penjara-penjara penjajah Israel, juga tentang berlanjutnya blokade di Jalur Gaza dan eskalasi Israel dan pembunuhan di pos-pos pemeriksaan.

Kedua gerakan menegaskan dukungan penuh mereka untuk gerakan rakyat dan nasional di Tepi Barat, Al-Quds dan wilayah Palestina 1948 untuk melindungi tanah dalam menghadapi rencana aneksasi.

Keduanya menyerukan masyarakat Palestina untuk berpartisipasi seluas-luasnya dalam kegiatan massa dan aksi-aksi lapangan dalam menghadapi permukiman dan terorisme Israel.

Kedua gerakan menyerukan visi nasional yang diadopsi oleh faksi-faksi kerja nasional dan Islam di Jalur Gaza. Keduanya sepakat untuk mengadopsi visi ini dan bekerja untuk mewujudkan semua tujuannya.

Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memutuskan akan merealisasikan rencananya menganeksasi Tepi Barat pada 1 Juli mendatang. Keputusan itu sendiri telah mendapat restu Washington. (T/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)