Hamas, Jihad Islam Kutuk dan Tolak Kampanye Jahat Israel Terhadap Presiden Palestina

Gaza, MINA – Hamas dan Jihad Islam, Sabtu (20/8), mengutuk keras dan menolak kampanye insentif yang dipimpin Israel terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyusul pernyataannya pada konferensi pers pekan lalu di Jerman.

Juru bicara Hamas, Husam Badran, mengatakan dalam sebuah pernyataannya,Presiden Abbas menghubungkan aksi Israel terhadap rakyat Palestina dengan holocaust pembunuhan massal yang dikatakan dilakukan pada warga Yahudi di masa Perang Dunia II di Jerman.

Hamas menyatakan menolak dan mengutuk pengumuman Polisi Jerman untuk membuka penyelidikan terhadap Presiden Abbas sehubungan dengan pernyataannya yang berkaitan dengan kejahatan penjajah Israel terhadap rakyat Palestina.

“Sekali lagi, kekuatan internasional membuktikan bias mereka terhadap pendudukan Israel dan penolakan mereka terhadap hak-hak historis rakyat Palestina kami,” tegasnya, dilaporkan Wafa.

Selain itu, pada penderitaan rakyat Palestina selama lebih dari tujuh dekade, yang dimulai dengan terusirnya rakyat Palestina dari tanah mereka dan memaksa mereka untuk hidup sebagai pengungsi di pengasingan.

“Ini di samping puluhan pembantaian terhadap warga sipil Palestina, wanita, anak-anak dan lainnya, serta penangkapan dan penyerangan ratusan ribu orang rakyat kami selama bertahun-tahun,” pungkasnya.

Pejabat Hamas mengatakan, tidak peduli bagaimana kekuatan entitas Zioni ini mencoba untuk mendistorsi kebenaran dan menutup telinga tentang apa yang telah menimpa rakyat Palestina dan berurusan dengan standar ganda, mereka tidak akan melenyapkan narasi Palestina, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan mereka melakukan.

Seorang pejabat senior Jihad Islam, Khaled al-Batsh, juga mengutuk dalam sebuah pernyataan pers pembukaan penyelidikan oleh Polisi Jerman terhadap Presiden Mahmoud Abbas.

Hal ini mengingat apa yang dikatakan Presiden Abbas “adalah bagian dari narasi nasional Palestina bahwa rakyat kita membela melawan seluruh dunia untuk mengungkap kejahatan penjajah.”

Sementara Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein Al-Sheikh, mengatakan meski sudah ada klarifikasi yang disampaikan kepresidenan terkait pernyataan yang dibuat Presiden Abbas di Jerman pada hari Selasa lalu, kampanye hasutan terhadapnya terus berlanjut.

“Meskipun pernyataan klarifikasi presiden dikeluarkan setelah konferensi pers dengan Kanselir Jerman, beberapa pihak bersikeras melanjutkan kampanye hasutan terhadap Presiden Palestina dan berusaha untuk membalikkan, memalsukan, dan memutarbalikkan fakta,” katanya dalam sebuah Tweet.

“Mengingat penekanan kami pada mengutuk Holocaust dan tidak menyangkalnya, kami menegaskan bahwa rakyat kami telah dan masih menjadi sasaran kejahatan pendudukan (Israel),” tambah pejabat PLO mengacu pada pembunuhan harian tentara Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan dan serangan ke kota-kota, serta kegiatan permukiman ilegal Israel.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)