Hamas: Penangkapan Hassan Yusuf Tidak Akan Hentikan Usaha Mempersatukan Palestina

Ramallah, MINA – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menegaskan, penangkapan pemimpin pasukan gerakan itu, Hassan Yousuf oleh pendudukan Israel, tidak akan menghentikan jalan persatuan nasional yang sedang dia kerjakan.

“Kami menegaskan bahwa penangkapan  Syeikh Hassan Youssef, tidak akan menghentikan jalan persatuan yang telah dia kerjakan selama dua bulan terakhir, yang dia habiskan dalam kebebasan,” tegas Hamas dalam sebuah pernyataannya, Jumat (2/10), seperti dikutip dari Shehab News Agency.

Gerakan itu menunjukkan, Yusuf telah menjadi sasaran, selama dua bulan terakhir. Tekanan dan ancaman dari pendudukan melalui panggilan berulang kali.

“Dia biasa menjelajahi Tepi Barat dari utara ke selatan, berpartisipasi dalam kegiatan nasional,” demikian pernyataan itu.

Pasukan pendudukan Israel menangkap Syeikh Yusuf saat Jumat (2/10) fajar dari rumahnya di kota Beitunia, dekat kota Ramallah, di Tepi Barat bagian pusat yang diduduki.

Hamas menyebut penangkapan itu terjadi dalam konteks kampanye penangkapan dan ancaman brutal yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap para pemimpin dan anggota gerakan.

Dia menekankan, kampanye tersebut tidak akan berhasil menghalangi pasukan kami dan para pemimpinnya dari peran pelopor mereka dalam menghadapi dan menentang proyek-proyek ilegal pendudukan.

Syeikh Hassan merupakan tauladan yang baik dalam menekankan perjuangan melawan pendudukan dan proyek-proyeknya di pihak palestina dengan prestasi yang membanggakan, dan hari ini dia menghabiskan lebih dari sepertiga hidupnya di penjara untuk membela perjuangan rakyat Palestina dan menggembalikan hak-hak mereka.

Sebuah kekuatan militer besar dari tentara pendudukan menyerbu kota Beitunia saat fajar hari ini dari Kamp “Ofer” dan menyerbu rumah Pimpinan Yusef, menangkapnya dan memindahkannya ke kamp tersebut.

Hamas mengungkapkan, Syeikh Yusuf ditangkap dalam keadaan menderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dan membutuhkan perhatian medis yang serius. (T/R12/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).