Hamas: Pertukaran Tawanan Terus Diupayakan

Gaza, MINA – Anggota Biro Politik Hamas, Khalil Al-Hayyah mengatakan, pertukaran tawanan dengan Israel terus diupayakan sebab ini keseriusan Hamas, dan tergantung kesiapan Israel menanggapinya.

Dalam wawancara dengan TV Al-Aqsa, Hayyah menyatakan, tawanan Israel yang berada dalam kendali Hamas tak akan melihat cahaya, kecuali setelah tawanan Palestina juga melihat hal yang sama.

“Kami mengingatkan supaya penjajah Israel tidak sewenang-wenang terhadap para tawanan Palestina, termasuk mereka yang tengah mogok makan,” tegas Hayyah selanjutnya, demikian Palinfo melaporkan, Sabtu (16/10).

Terkait pertemuan Kairo, tokoh Hamas ini mengatakan, sejumlah upaya dilakukan untuk mengembangkan hubungan baik dengan Mesir, seperti masalah blokade Gaza, rekonstruksi dan para tawanan, di samping masalah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel.

“Saat ini hubungan Hamas dengan Mesir makin dekat, di tangah peristiwa yang berlangsung di kawasan itu, demikian juga hubungan dengan sejumlah negara, dalam upaya meminimalisir perselisihan di antara negara di kawasan,” kata Hayyah.

Ia mengatakan, Mesir dalam waktu dekat ini akan mulai proyek rekonstruksi Gaza.

Hamas meminta pihak Mesir untuk memudahkan prosedur di perlintasan Rafah dan lalu lintas musafir Palestina, serta solusi bagi persoalan yang mereka hadapi, demikian juga kerjasama perdagangan yan telah dilaksanakan.

“Kami terus berupaya agar kehidupan warga Palestina di Gaza terus membaik dan terhormat. Kita mampu merebut kebebasan dari penjajah, dan proses memudahkan perdagangan melalui pintu masuk Rafah ke Palestina merupakan bagian dari upaya mengakhiri blokade Gaza,” imbuhnya.

Hayyah menambahkan, “Hamas tak melupakan persoalan utama Palestina, dan tidak terfokus pada Gaza dengan melupakan persoalan nasional lainnya. Pertempuran Saif Al-Quds bertujuan untuk kemuliaan Al-Quds dan Al-Aqsa, semua pertempuran ditujukan untuk kemerdekaan nasional, kami tidak bisa menerima bangsa ini hidup dalam blokade.”

Hayyah juga menjelaskan, saat ini tengah berusaha mengadakan gencatan senjata dengan Israel, dan gencatan senjata tidak akan berlangsung secara gratis.

“Pihaknya menyerukan untuk kembali menyusun agenda internal Palestina, dan mengembalikan pimpinan nasional, termasuk dewan nasional dan organisasi pembebasan Palestina (PLO), serta kesiapan Hamas untuk mengikuti pemilu,” tegas Hayyah.

Hayyah menyampaikan kepada pihak Mesir terkait visi rekonsiliasi Palestina dan penyatuan barisan Palestina yang telah disepakati mayoritas faksi-faksi Palestina.

Ia menyebutkan, otoritas Palestina di Ramallah berada dalam kondisi terburuk, dan sangat ironis terlibat dalam memblokade Gaza.

“Namun bangsa Palestina memiliki kesabaran yang kuat mampu mengalahkan musuh, termasuk mengikuti pemilihan umum,” katanya. (T/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)