Hamas Tegaskan Dukung Keberhasilan Pemilu Palestina

Gaza, MINA – Anggota Biro Politik Hamas Dr. Khalil Al-Hayya mengatakan, Hamas telah mengambil keputusan internal yang menentukan untuk mendukung keberhasilan pemilu Palestina.

Dalam wawancara dengan saluran TV Al-Aqsa yang dilaporkan dalam rilis resminya, Ahad (31/1) pejabat senior Hamas menegaskan bahwa gerakannya bertekad untuk “menghilangkan semua penghalang di jalur pemilihan umum.”

“Hamas siap mendukung keberhasilan pemilu (Palestina),” tegas Al-Hayya.

Dia mencatat bahwa Hamas berharap pemungutan suara Palestina akan membuka jalan bagi restrukturisasi sistem politik Palestina.

“Pemilu Palestina menggarisbawahi pentingnya partisipasi Palestina dalam proses demokrasi. Kami akan menerima hasil pemilu dan rakyat Palestina memiliki hak untuk memilih wakilnya,” kata Al-Hayya.

Ia juga menegaskan, semua faksi Palestina harus siap menerima hasil pemilu apapun hasilnya.

“Kami menuju pemilihan umum Palestina untuk merestrukturisasi institusi Palestina … Kami berharap pemilu akan memenuhi aspirasi yang sah dari persatuan dan kemitraan rakyat Palestina,” ujar Al-Hayya.

Dia menyebutkan bahwa perjuangan Palestina menghadapi tantangan serius, seperti aneksasi, Yudaisasi, masalah pengungsi Palestina, dan normalisasi, dan ancaman semacam itu memaksa semua orang Palestina untuk bersatu.

Pejabat Hamas mencatat bahwa gerakan tersebut setuju dengan Fatah pada beberapa poin dalam keputusan presiden yang diumumkan oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

“Kami meminta agar pemilihan Dewan Nasional Palestina diadakan terlebih dahulu, tetapi saudara-saudara kami di Fatah bersikeras mengadakan pemilihan legislatif terlebih dahulu diikuti dengan pemilihan presiden dan akhirnya pemilihan Dewan Nasional,” kata pejabat senior Hamas.

Dia menekankan, Hamas menyetujui usulan Fatah untuk menghilangkan hambatan yang menghalangi pemilu.

Rencananya Palestina bakal menggelar pemilihan umum parlemen dan presiden pada tahun ini. Pemilihan legislatif rencana digelar pada 22 Mei. Sementara pemilihan presiden pada 31 Juli mendatang. Adapun pemilihan anggota Dewan Nasional Palestina direncanakan pada 31 Agustus 2021.

Menjawab pertanyaan tentang opsi Hamas dalam pemilu mendatang, Al-Hayya mengatakan, “semua opsi ada di meja”, menekankan bahwa gerakannya akan berkonsultasi dengan semua komponen rakyat Palestina untuk mencapai opsi terbaik yang melayani kepentingan rakyat Palestina.

“Pilihan terbaik bagi rakyat Palestina adalah menyetujui program nasional yang melindungi kepentingan Palestina dan menolak proyek Zionis Israel,” tambahnya.

Al-Hayya juga mencatat, skenario terbaik setelah pemilu adalah membentuk pemerintahan persatuan nasional yang diawasi oleh dewan legislatif terpilih.

Mengenai Mahkamah Konstitusi Palestina, pejabat senior Hamas meminta untuk mengecualikan pengadilan dari setiap diskusi yang berkaitan dengan pemilu Palestina.

“Mahkamah Konstitusi dibentuk tanpa konsensus nasional. Tapi itu akan menjadi poin utama untuk dibahas dalam dialog nasional yang diadakan di Kairo,” imbuhnya.

Terkait seruan negara-negara Eropa dan Arab untuk menggelar pemilu, Al-Hayya mengatakan keinginan negara-negara tersebut sama dengan rakyat Palestina.

Dia berterima kasih kepada negara-negara yang menyatakan kesediaan untuk menjamin dan memantau pemilu, termasuk Mesir, Qatar, Turki, dan Rusia.

“Tidak ada pemilihan umum yang harus diadakan tanpa Yerusalem,” kata Al-Hayya menegaskan, mencatat bahwa ada konsensus nasional mengenai hal ini.

Dia menuntut masyarakat internasional menekan pendudukan Israel untuk tidak menggagalkan proses pemilu di Yerusalem.

Al-Hayya mencatat, rakyat Palestina berada dalam “ujian sulit terkait kebebasan berbicara di Jalur Gaza dan Tepi Barat”.

“Jalur Gaza tidak akan menyaksikan penangkapan apa pun berdasarkan alasan politik,” pungkas al-Hayya menegaskan, menyerukan kepada Otoritas Palestina untuk menghentikan penangkapan politik di Tepi Barat.(T/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)