Hamas Tolak Rencana Perluasan Permukiman Israel di Kota Al-Quds

Gaza, MINA – Gerakan Perlawan Islam Hamas menolak langkah Otoritasn Pendudukan Israel menyetujui rencana perluasan dan pembangunan permukiman baru bagi pemukim Yahudi di Kota Al-Quds (Kota Yerusalem).

Juru bicara Hamas di Yerusalem Muhammad Hamada menyatakan, persetujuan Otoritas Pendudukan Israel atas rencana perluasan permukiman baru di Yerusalem dimaksudkan untuk mempercepat Yahudisasi kota dan mengubah fitur-fiturnya.

“Rakyat Palestina akan menghadapi rencana seperti itu dengan persatuan dan ketabahan. Langkah ini sebagai upaya putus asa untuk melakukan Yahudisasi tanah kami dan menghapus identitas Palestina. Kami percaya bahwa rencana seperti itu pasti akan gagal, tegas Hamada dalam keterangan resminya dikutip MINA, Kamis (18/8).

Selain itu, lanjut dia, rakyat Palestina siap untuk menghadapi kejahatan Zionis dengan persatuan dan perlawanan yang komprehensif.

“Kami menyerukan kepada orang-orang Palestina yang teguh untuk menghadapi pelanggaran Israel dan skema Yahudisasi Israel dalam membela tanah kami dan hak-hak nasional sampai pembebasan dan hak kembali terwujud,” pungkas Hamada.

Pemerintah Kota Israel di Al-Quds menginformasikan, Rabu (17/8), tender pembangunan 434 unit permukiman di wilayah Shur Baher, di kawasan sekitar Al-Quds al-Khalil, Al-Quds timur.

Sebelumnya, otoritas zionis telah mengumumkan proyek ini beberapa hari jelang kunjungan Presiden AS Joe Biden, dan menundanya secara resmi usai kunjungan tersebut, khawatir memanaskan suasana di kawasan.

Rencana permukiman ini menghapus garis pemisah, dengan membangun kawasan pinggiran secara terencana, sehingga tak memungkinkan kembali ke perbatasan Naksah 1967, dan memutus transportasi antara Al-Quds dan Betlehem.

Pemkot Israel meluncurkan proyek ini dengan tema “Proyek Besar” yang akan dikerjakan oleh perusahaan Azurim Israel, di wilayah Shur Baher dengan anggaran mencapai 1,07 miliar Shekel. (T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)