Hamas Tetap Tuntut Buka Pelabuhan Gaza

Gaza, 28 Sy’ban 1437/5 Juni 2016 (MINA) – Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, pihaknyanya tetap berkeras dengan tuntutan membuka pelabuhan di Gaza untuk membuka blokade yang sudah berlangsung selama 10 tahun.

Haniyah menegaskan ini pada peringatan enam tahun tindakan brutal Israel mencegah kapal kemanusiaan Mavi Marmara menembus blokade Gaza.Peringatan diadakan di Masjid Pelabuhan Gaza.

“Pembukaan pelabuhan Gaza adalah harapan rakyat Palestina untuk membebaskan Gaza dari blockade,” kata Haniyah, Shafa melaporkan.

“Kami tegaskan kembali komitmen kami akan hak dan tuntutan ini,” kata Haniyah, demikian laporan Pusat Info Palestina (PIP) dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dikatakan Haniyah bahwa rakyat Palestina tak akan mengalah dan kompromi soal tuntutan pelabuhan Gaza. “Kami mendukung semua usaha yang dikerahkan untuk mencabut hak yang dirampas Israel penjajah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi semua negara dan lembaga yang berusaha mewujudkan tuntutan adil pembukaan Pelabuhan Gaza.

Menurutnya Pelabuhan Gaza menjadi harapan bangsa Palestina untuk terbebas dari blokade berkelanjutan sejak 10 tahun lalu.

“Di saat rakyat Palestina terus berjuang, dari perang ke perang, dari konfrontasi ke konfrontasi perlawanan melawan Israel, seharusnya ada usaha memanfaatkannya secara politik untuk membuka pelabuhan Gaza,” katanya.

Ia berharap akan dibuka jalur laut agar rakyat bisa terkoneksi dengan dunia luar, bukan hanya sebagai alternatif dari perlintasan yang ada, tetapi agar rakyat Gaza bisa berkomunikasi dengan dunia luar.

Kampanye pembukaan pelabuhan Gaza ini bertetapan dengan peringatan 6 tahun peristiwa kapal Mavi Marmara (bagian dari Freedom Flotilla) pada 31 Mei 2010. Kampanye ini sebagai bentuk kesetiaan terhadap para pejuang Mavi Marmara yang berusaha menembus blokade dan tentu terhadap semua bangsa Palestina. (T/P011/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)