Gaza, MINA – Juru bicara senior Hamas, Abu Zuhri menyebut pembunuhan atas Ismail Haniyeh merupakan ‘eskalasi besar’ yang dilakukan Israel namun tidak akan mencapai tujuan yang diinginkan. Hamas akan membalas Syahidnya Haniyeh dengan perang terbuka untuk membebaskan Yerussalem.
Zuhri mengatakan bahwa Hamas “siap membayar berbagai harga” untuk melakukan pembalasan atas syahidnya Haniyeh.
Hamas menyatakan bahwa Haniyeh terbunuh dalam sebuah “serangan Zionis yang berbahaya” di kediamannya di ibukota Iran, Teheran.
Pernyataan resmi dari laman Pergerakan Hamas disebutkan rakyat Palestina belasungkawa atas syahidnya Haniyeh.
Baca Juga: Brigade Al-Quds Tembakkan Roket ke Permukiman Israel
Siaran resmi Hamas menulis:
“Janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.”
”Saudara pemimpin syahid mujahid Ismail Haniyeh. Ketua pergerakan, yang meninggal dunia akibat serangan udara Zionis yang licik di kediamannya di Tehran, selepas menghadiri upacara perlantikan Presiden Iran yang baru.”
”Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya jualah kami kembali. Sesungguhnya ini adalah perjuangan, kemenangan atau syahid,”
Baca Juga: Jurnalis Radio Suara Al-Aqsa di Gaza Syahid Bersama Keluarganya
Demikian siaran resmi resmi dari Pergerakan Hamas di Palestina atas syahidnya Ismail Haniyeh di Iran.
Hingga saat ini, Pemerintah Pendudukan Zionis Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Genosida Gaza: Per 2 April 2025 Sebanyak 50.423 Syahid, 114.638 Luka