Hampir Sebanyak 400 Anak Palestina di Penjara Israel

Anak Palestina ditahan oleh militer Israel. (foto: MEMO)

Tepi Barat, MINA – Direktur Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina, Issa Qaraqe, mengungkapkan, jumlah anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara  pendudukan Israel telah mencapai hampir 400 orang.

“Jumlah anak-anak yang dipenjara Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menjangkau hampir 400 anak-anak di penjara Ofer dan Megiddo,” tutur Issa Qaraqe, demikian MEMO yang dikutip MINA, Sabtu (19/8).

Menurutnya, penahanan anak di bawah umur adalah bagian dari undang-undang rasis dan sewenang-wenang pemerintah Israel, baik dalam hal penangkapan dan dalam penerbitan hukuman yang panjang disertai denda di pengadilan militer.

“Sejumlah anak telah dijatuhi hukuman administratif, seperti Nour Essa Attiyeh berusia 14 tahun dari Anata, di sebelah utara Yerusalem yang dijatuhi hukuman tiga bulan dengan hukuman yang disebut   penahanan administratif,” ujarnya.

Sementara itu, Pengacara Komisi untuk Tahanan, Tahanan dan Tahanan, Hiba Masalha menyatakan, pemerintah, tentara dan detektif Israel memperlakukan dengan kasar anak-anak Palestina setelah ditangkap.

“Mereka melakukan berbagai bentuk penyiksaan dan penghinaan terhadap anak-anak Palestina yang merupakan pelanggaran terhadap semua undang-undang kemanusiaan dan internasional,” tegasnya.

Ia juga mengangkapkan kasus Yazan Saeed Hashem Al-Batran, 16, dari Tulkarm, telah ditahan sejak 20 Juli, ditahan di blok “anak-anak” di penjara Megiddo. Ia ditangkap pada sore hari setelah tiga tentara menyerangnya.

“Pertama, tentara membekuknya ke tanah, memborgol lengan dari belakang dan menutup matanya. Kemudian mereka memukulinya dengan tangan, kaki dan senapan mereka. Dia mengalami pukulan keras di sisi tubuhnya hingga menderita beberapa luka memar,” jelasnya.

Dia menambahkan, setelah dipukuli dan dibawa ke kantor polisi Israel terdekat, lalu dibawa ke pusat interogasi  di sebuah ruangan, tetap diborgol dan matanya ditutup sampai pagi. (T/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)