Haneyya: Sejarah Tidak akan Bersimpati Terhadap Normalisasi dengan Israel

Gaza, MINA – Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haneyya menyatakan keyakinannya, sejarah tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada negara-negara Arab yang mengakui Israel dan menormalisasi hubungan dengannya.

Ia menekankan bahwa orang-orang Arab akan selalu mengingat hal itu mengkhianati mereka.

“Setiap kesepakatan yang dilakukan oleh negara Arab dengan Israel pada akhirnya akan membuat negara itu terancam bahaya,” kata Haneyya, Palinfo melaporkan, Selasa (13/10).

Dia mengatakan, kesepakatan normalisasi bertujuan untuk memberikan pijakan militer dan ekonomi bagi Israel di daerah dekat Iran, menegaskan bahwa negara-negara yang membiarkan diri mereka digunakan sebagai sarana untuk memfasilitasi proyek-proyek Israel di wilayah tersebut akan kalah.

Dalam konteks lain, Pemimpin Hamas itu menyebutkan adanya upaya Mesir untuk menengahi kesepakatan pertukaran tahanan antara pihak-pihak di Gaza dan Israel.

Ia mengatakan, Gerakannya masih menunggu tanggapan yang jelas dalam hal ini setelah delegasi Mesir menyampaikan tuntutan gerakannya ke pihak Israel. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)