HANIYA: REKONSILIASI HADIAH TERBESAR PERINGATAN NAKBA TAHUN INI

Gaza, 15 Rajab 1435/14 Mei 2014 (MINA) – Perdana  Menteri Palestina di Jalur Gaza, Ismail Haniya mengatakan proses menuju Palestina bersatu semakin dekat, di mana menurutnya rekonsiliasi ini merupakan hadiah terbesar dalam peringatan Nakba (hari bencana) yang biasa diselenggarakan menjelang 15 Mei.

“Kesuksesan rekonsiliasi ini merupakan hadiah terbesar untuk rakyat Palestina dalam rangka peringatan hari Nakba yang ke-66,”  ujar Haniya dalam pidato peringatan hari Nakba di depan kantor DPR Palestina di Gaza City, Rabu (14/5).

Haniya juga menyatakan Hamas berusaha menyelesaikan berkas rekonsiliasi dengan modal keinginan yang kuat. Haniya juga menegaskan pihaknya tidak pernah sekalipun tunduk terhadap berbagai pemerasan yang datang dari luar, karena Hamas memutuskan patuh kepada keputusan Dewan Syuro internal Palestina. “Tugas kita bersama adalah bagaimana menyelesaikan proses rekonsiliasi ini, lebih penting dari itu adalah bagaimana kita tidak kembali terpecah,” tegasnya di depan para anggota dewan termasuk Ketua DPR Palestina, Ahmad Bahar.

Rekonsiliasi antara dua faksi di Gaza dan Tepi Barat kali ini kita mendapat jaminan fasilitator dari pihak Arab yang mendukung penuh prosesnya. “Walaupun ada tekanan dari pihak asing, namun itu tidak terlalu berarti,” tambahnya.

Warga Palestina di Gaza maupun Tepi Barat yang diduduki secara serentak memperingati hari pengusiran sekitar 750 ribu warga Palestina pada 15 Mei 1948 oleh Israel, yang kemudian diperingati Israel sebagai hari berdirinya negara mereka. Peringatan kali ini selain dihadiri para pejabat Palestina, warga membuat berbagai kegiatan, termasuk pameran foto, budaya, dan lainnya untuk mengenang penderitaan warga yang harus melalui masa sulit saat itu.

Peringatan yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi sorotan dunia, sebagaimana organisasi internal dan internasional menyerukan hak kembali warga Palestina ke tanah airnya setelah sekian lama dalam pengusiran. Warga Palestina yang diusir harus menjadi pengungsi di beberapa negara Arab seperti Suriah, Mesir, Jordania, dan lainnya.

“Peringatan Nakba telah berhasil mengaktivasi jiwa-jiwa generasi Palestina dalam memupuk kecintaan terhadap perjuangan,”  tegas Haniya.(L/K1/K2/K3/P03/P01).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0