Haniyah: Hamas Takkan Biarkan Israel Paksakan Kehendak di Al-Aqsha

Doha, MINA – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, Hamas tak akan membiarkan upaya Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha atau memaksakan kehendaknya di sana.

Dalam rilis yang diterima MINA, Ahad (31/5), Haniyah mengingatkan Israel agar tidak menerapkan rencana buruknya di Al-Quds dan Al-Aqsha dengan memanfaatkan wabah corona.

“Rencana Israel tidak akan dibiarkan, dan tidak akan mampu menerapkannya terhadap rakyat, wilayah dan tempat suci Palestina,” tegasnya.

Kepala Biro Politik Hamas mengutuk keputusan Israel mendeportasi syaikh Ikrimah Shabri dari Masjidil Aqsha, dan menganggap hal itu sebagai pelanggaran baru terhadap hak beribadah dan kebebasan hadir ke tempat suci, serta bagian dari upaya Israel mengosongkannya dari para jamaah kaum muslimin.

Haniyah menyampaikan apresiasi kepada warga yang bersiaga di Masjidil Aqsha, yang tidak henti menunaikan peran keagamaan, nasional dan kemanusiaan.

Haniyah menyerukan kepada segenap elemen bangsa untuk membela Al-Aqsha dengan segenap cara dan sarana yang memungkinkan, terutama menghadapi seruan berulang para pemukim dan ekstrimis yahudi untuk menyerbu masuk Masjidil Aqsha.

“Hamas tidak akan membiarkan upaya Israel menyerbu Al-Aqsha atau memaksakan kehendaknya,” pungkasnya.

Seruan juga disampaikan Haniyah kepada Raja Abdullah Al-Tsani bin Al-Husein, dan segenap pimpinan Negara Arab dan Islam, untuk menunaikan tanggung jawab keagamaan dan sejarah terhadap Masjidil Aqsha al-Mubarak, dan bergerak di segenap tempat untuk menghentikan dan menggagalkan rencana entitas Zionis.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)