Haniyah Serukan Dunia Gagalkan Aneksasi Israel atas Wilayah Palestina

Gaza, MINA – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, menyerukan untuk membangun strategi dan rencana komprehensif untuk mewujudkan tujuan sentral pada tahap ini, yaitu menggagalkan dan membatalkan rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian wilayah Tepi Barat dan deal of century (yang diklaim sebagai rencana perdamaian Amerika Serikat), untuk membebaskan semua tanah nasional Palestina.

Hal tersebut ditegaskan Haniyah pada Sabtu malam (11/7) dalam Forum Arab “Bersatu Melawan Deal of Century dan Rencana Aneksasi.”

Deal of century ini mencerminkan aliansi ideologis dan politis antara pemerintahan Amerika Serikat saat ini dengan pemerintah Zionis sayap kanan ekstrim yang melaksanakan semua proyek yang menyerang dasar-dasar isu persoalan Palestina,” kata Haniyah.

Dia menegaskan, rencana aneksasi dan deal of century adalah puncak dari proyek Zionis yang didasarkan pada strategi ekspansi, koloni permukiman, yahudisasi dan pengusiran.

“Pendudukan penjajah Israel adalah sumber ancaman bagi rakyat Palestina dan potensi bangsa ini,” tegasnya.

Haniyah mengatakan, forum ini mengukuhkan fakta-fakta yang sangat penting, yang paling penting adalah bahwa “isu persoalan Palestina dan Al-Quds tetap menjadi masalah utama bangsa Arab, Islam, penghimpun dan pemersatu bangsa-bangsa dan partai-partainya, serta bagi para elitnya, tidak peduli berapa banyak dan meningkatnya peristiwa di kawasan.”

“Adapun fakta kedua, adalah penjajah Zionis sebagai sumber dan pusat ancaman bagi rakyat Palestina, bagi bangsa-bangsa umat dan potensinya, dan bagi isu persoalan sentral, yaitu isu persoalan Palestina. Yang ketiga, bahwa diplomasi rakyat tidak kalah penting dan efektif daripada diplomasi resmi,” imbuhnya.

Dia menegaskan, gerakan perlawanan siap untuk memasuki pertempuran apapun untuk mempertahankan tanah dan rakyat Palestina. Serangan gerakan perlawanan akan menyakitkan bagi musuh (Israel). Karena kita sedang menghadapi tantangan dan pertempuran kekinian, bahkan pertempuran eksistensi.

Dia juga mengatakan, upaya-upaya pelanggaran politik, ekonomi dan keamanan yang dilakukan oleh otoritas Israel, serta upaya untuk memfasilitasi ini melalui apa yang disebut normalisasi, adalah penegasan bahwa proyek Zionis merupakan ancaman bagi Palestina dan kawasan secara umum.

“Kita sekarang dituntut lebih dari sebelumnya untuk menyatukan barisan dan kata. Kita dituntut lebih dari sebelumnya untuk menghadapi proyek jahat Zionis yang ingin mengakhiri isu persoalan Palestina, serta berusaha menembus ke dalam perut umat ini dan memecah persatuannya,” pungkasnya.(T/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.