Haniyeh Kirim Surat ke Puluhan Pemimpin Negara Arab dan Islam

Gaza, MINA – Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat meminta para pemimpin negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil tindakan mendesak menghadapi rencana aneksasi pendudukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem dan Lembah Yordan.

Haniyeh mengatakan kepada lebih dari 40 pemimpin negara Arab dan Islam, bahwa rencana aneksasi merupakan agresi baru yang akan menambah serangkaian kejahatan dan pembantaian rakyat Palestina. Quds Press melaporkan, Ahad (21/6).

“Ini akan menjadi ancaman nyata bagi masa kini dan masa depan Palestina dan seluruh negara Arab dan Islam.,” ujar Haniyeh.

Ia menyerukan jaring media, politik, diplomatik, ekonomi dan keamanan untuk melindungi proyek nasional Palestina berdasarkan hak rakyat Palestina untuk melindungi haknya, membebaskan tanahnya, dan membangun negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Ia juga menekankan perlunya mengambil sikap bersatu dan serius untuk melindungi kesucian Islam dan Kristen, mencegah rencana dan proyek-proyek Yahudisasi, serta mendukung keteguhan dan kesabaran warga Palestina.

Dia mendesak para pemimpin negara untuk mengintensifkan komunikasi antarpemimpin negara-negara dengan organisasi internasional dan regional, di tingkat politik, diplomatik dan hukum, untuk merumuskan posisi internasional yang memperkuat permintaan akan hak-hak Palestina yang sah.

“Kami memperingatkan pendudukan untuk menghentikan proyek penyitaan tanah Palestina, dan kami mendorong lanjutan prosedur investigasi di pengadilan Kejahatan internasional untuk menuntut para pemimpin pendudukan sebagai penjahat perang,” ujarnya.

Haniyeh menegaskan dalam pesannya kepada para pemimpin negara-negara Arab dan Islam bahwa orang-orang Palestina tidak akan tinggal diam di depan agresi dan eskalasi ini, dan akan menghadapi terorisme Israel ini dengan perlawanan komprehensif.

Pendudukan Israel bermaksud untuk memulai prosedur untuk mencaplok Lembah Yordan dan permukiman di Tepi Barat pada tanggal 1 Juli mendatang.

Perkiraan Palestina menunjukkan bahwa aneksasi Israel akan mencapai lebih dari 30 persen wilayah di Tepi Barat. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)