Haniyeh Minta Raja Saudi Bebaskan Tahanan Palestina

Gaza, MINA – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, meminta Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz untuk membebaskan orang-orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara negaranya, karena khawatir akan nyawa mereka dari penyebaran virus corona, Anadolu Agency melaporkan.

“Mengingat pandemi yang melanda dunia, dan karena rasa takut akan kehidupan saudara-saudara yang terhormat, serta semua aspek kemanusiaan dan keagamaan, pembebasan Palestina menjadi kebutuhan kemanusiaan dan nasional, dan kita semua yakin bahwa Yang Mulia tidak akan ragu untuk melakukannya,” ujar Haniyeh. MEMO melaporkan, Senin (23/3).

“Pada malam Israa dan Mi’raj, di mana Allah Yang Mahakuasa memperkuat ikatan suci antara tanah Dua Masjid Suci dan tanah Palestina, kami memohon Penjaga Dua Suci untuk mengambil keputusan yang telah lama ditunggu-tunggu untuk membebaskan orang-orang kita dari penjara,” lanjutnya.

Menurutnya, tempat-tempat seperti itu tidak dibuat untuk pria yang telah melayani tujuan sah mereka dan rakyat mereka sejalan dengan peran utama Kerajaan dan orang-orangnya yang ramah.

Hamas mengatakan pada 9 Maret bahwa pemerintah Saudi telah mulai menuntut sejumlah pendukungnya.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya oleh gerakan itu menunjukkan bahwa orang-orang Palestina yang ditahan “tidak melakukan dosa atau kejahatan apa pun, satu-satunya kejahatan mereka menurut Dinas Keamanan Negara Saudi adalah mereka mendukung perjuangan suci Palestina.”

Riyadh belum mengeluarkan komentar tentang masalah ini.

Menurut keluarga Khudari, pada 8 Maret Pengadilan Kriminal di Arab Saudi mengadakan sesi pertamanya untuk mengadili sejumlah tahanan Palestina dan Yordania, termasuk dua anggotanya, Muhammad Al-Khudari, 81, seorang pejabat senior di Hamas, dan putra tertuanya, Hani al-Khudari.

Keluarga itu mencatat bahwa hampir 70 orang lainnya telah dituntut karena menjadi anggota “organisasi teroris” dan mengumpulkan dana.

Pengadilan dijadwalkan akan mengadakan sesi berikutnya pada pecan pertama bulan Mei.

Menurut pengamat, penangkapan Muhammad Al-Khudari dan rekan-rekannya bermotivasi politik, sebagai bagian dari normalisasi Putra Mahkota Mohammad Bin Salman tentang hubungan Arab Saudi dengan negara pendudukan Israel.

Al-Khudari telah menjadi perwakilan resmi Hamas yang diakui di Kerajaan selama bertahun-tahun. (T/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)