Harga Minyak Dunia Merosot, UEA Tolak Pengurangan Produksi Minyak OPEC+

Jakarta, MINA – Harga minyak dunia merosot tajam pada hari ini Rabu (7/7) setelah para menteri negara-negara produsen minyak OPEC dan non-OPEC gagal bertemu pada Senin, (5/7) karena Uni Emirat Arab (UEA) menolak kesepakatan OPEC+ perihal pengurangan kapasitas produksi minyak hingga akhir tahun depan.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terdiri dari 13 negara yang dipimpin Arab Saudi beranggotakan Uni Emirat Arab dan negara Arab lain serta sepuluh negara non-OPEC dipimpin Rusia, sudah sepakat sejak 2018 buat mengurangi total produksi mereka sebanyak dua juta barel untuk mengatrol harga emas hitam global itu.

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail al-Mazrui menyebut perpanjangan kesepakatan pengurangan produksi ini tidak adil bagi negaranya dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan dunia saat ini. Seperti dilansir the wall street journal.

“UEA dan para mitra internasionalnya telah berinvestasi dalam jumlah besar dan signifikan untuk peningkatan kapasitas produksi dan meyakini kalau kesepakatan OPEC+ diperpanjang, kuota ditetapkan sejak Oktober 2018 tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang,” katanya Ahad lalu.

Pada kondisi awal sebelum adanya kesepakatan OPEC+, UEA dapat memproduksi minyak 3,8 juta barel/hari setelah selama ini dikurangi 600 ribu barel. Negara yang membuka normalisasi dengan Israel ini berambisi menaikkan kapasitas produksi menjadi lima juta barel saban hari paling lambat pada 2030.

Di sisi lain, Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul Jabbar mendukung perpanjangan kesepakatan OPEC+ sampai Desember 2022. Dia berharap harga minyak mentah global tetap di kisaran US$ 70 per barel atau bisa lebih tinggi lagi.

Sementara, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman menekankan tidak boleh ada satu negara pun menjadikan produksi dalam satu bulan tertentu sebagai basis untuk produksi di bulan-bulan berikutnya.

OPEC memasok 41 persen dari total produksi minyak dunia. 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Indonesia dan Qatar adalah negara bekas anggota OPEC. Akan tetapi Qatar keluar dari keanggotaan OPEC sejak blokade Arab Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir tahun 2017. Sedangkan Indonesia tak lagi menjadi anggota OPEC karena belakangan ini tak agi banyak mengeskpor minyak malahan banyak mengimpor. (T/A1/P1)

Miraj News Agency (MINA)