Hari Air Sedunia, PWA Catat Israel Kendalikan 85 Persen Air Palestina

Ramallah, MINA – Menandai Hari Air Sedunia yang bertepatan pada Ahad (22/3) Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS), Otoritas Air Palestina (PWA) dan Palestina Departemen Meteorologi (PMD) mengatakan dalam siaran pers bersama, otoritas pendudukan Israel mengendalikan lebih dari 85 persen sumber air Palestina di wilayah pendudukan.

“Rata-rata per kapita dari 87 liter konsumsi air per hari di Tepi Barat dan Jalur Gaza masih di bawah tingkat yang direkomendasikan secara internasional, yang terutama disebabkan oleh kendali Israel atas lebih dari 85 persen sumber air Palestina” tulisnya dalam siaran pers, demikian WAFA melaporkan.

Menurut siaran pers itu, alasan utama dibalik rendahnya penggunaan air permukaan adalah karena fakta bahwa pendudukan Israel mencegah orang-orang Palestina untuk mengakses dan mengekstraksi air dari Sungai Yordan, juga mencegah warga Palestina menggunakan air dari lembah-lembah.

“Palestina terutama bergantung pada air yang diambil dari sumber air tanah, di mana persentasenya mencapai 77 persen dari air yang tersedia,” katanya.

Dengan air yang langka dan pembatasan Israel pada akses ke sumber daya, kota-kota Palestina terpaksa membeli air dari perusahaan air Israel, Mekorot. Pada 2018, mereka membeli 22 persen air yang tersedia di Palestina.

Selain itu, PCBS, PWA dan PMD dalam siaran persnya mengatakan, pemompaan air dari akuifer pantai untuk keperluan rumah tangga di Jalur Gaza telah menyebabkan menipisnya cadangan air tanah, dengan tingkat air tanah di akuifer pantai mencapai 19 meter di bawah permukaan laut, dan itu juga menyebabkan hingga tumpang tindih air laut dan air limbah yang disaring ke dalam baskom.

“Lebih dari 97 persen air yang dipompa dari akuifer pantai di Jalur Gaza tidak memenuhi standar kualitas air Organisasi Kesehatan Dunia,” tegasnya.

Data tersebut, mereka menambahkan, menyoroti dan meramalkan kemungkinan menghadapi bencana nyata di Jalur Gaza, yang membuat Otoritas Air Palestina mengintensifkan dan meningkatkan upayanya untuk menyelamatkan situasi air serta mengurangi dampak dari situasi sulit ini di Gaza.

Menurut data 2018, Palestina telah mulai memproduksi jumlah air desalinasi (proses membuat tawar air laut) yang diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang dengan dimulainya pengoperasian stasiun air desalinasi kuantitas di Jalur Gaza. Namun, jumlah ini akan sangat meningkat dengan implementasi program Stasiun Desalinasi Pusat.

Saat ini, PWA dan PMD bekerja sama dengan otoritas lokal terkait, sedang melaksanakan sejumlah program yang bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi dampak perubahan iklim, menghasilkan laporan yang diperlukan dalam hal ini, di samping menyiapkan rencana yang diperlukan untuk beradaptasi dengan efek ini di masa depan. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)