Hari Anak Sedunia: PBB Ingatkan Dampak Perubahan Iklim di Libya

Tripoli, MINA – Pada perayaan Hari Anak Sedunia, Sabtu (20/11), Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan dampak perubahan iklim, terutama terhadap kondisi anak-anak di Libya.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Koordinator Kemanusiaan untuk Libya, Georgette Gagnon mengatakan, perubahan iklim adalah salah satu ancaman terbesar yang dihadapi anak-anak dan remaja di Libya, dan mereka akan menanggung beban terbesar dari kurangnya tindakan untuk mengatasi krisis iklim.

“Libya dan seluruh dunia membutuhkan pendidikan, teknologi dan tindakan ketahanan iklim”, ujar Gagnon pada Pameran Seni Perubahan Iklim di Tripoli, Libya. Reliefweb melaporkan, Sabtu (20/11).

Dua puluh karya seni dari seluruh Libya dipamerkan pada agenda yang merupakan peringatan adopsi Konvensi Internasional tentang Hak Anak (CRC).

“Kami menyerukan tindakan yang lebih besar untuk mengatasi dampak negatif perubahan iklim pada anak-anak dan remaja,” katanya.

Ia mengatakan, dampak perubahan iklim memperburuk kelangkaan air, kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, dan peristiwa panas. Libya adalah salah satu negara paling langka air di dunia.

Memastikan keamanan air khususnya untuk anak-anak merupakan prioritas yang mendesak. Jumlah air untuk setiap orang di Libya adalah sepersepuluh dari jumlah minimum yang dibutuhkan secara internasional, lanjutnya.

“Krisis iklim adalah krisis hak anak. Ini menimbulkan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perkembangan, kelangsungan hidup, dan potensi semua anak dan remaja, di mana pun di Libya,” kata Cristina Brugiolo, penjabat Perwakilan Khusus UNICEF untuk Libya.

“Kita harus mengakui di mana kita berdiri, memperlakukan perubahan iklim seperti krisis dan bertindak dengan urgensi. Itu tugas kita untuk generasi yang akan datang,” ujar Brugiolo.

PBB di Libya berkomitmen untuk bekerja dengan pemuda, pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta dan semua mitra untuk mencapai tujuan iklim global. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)