Hari-Hari Penting dan Bersejarah Bagi Palestina di Bulan November

Banyak peristiwa penting dan bersejarah bagi Palestina yang diperingati di bulan November ini. Berikut beberapa hari-hari penting nasional maupun internasional di bulan ini sebagaimana dirangkum dari keterangan resmi Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia di Jakarta yang diterima MINA, Sabtu (14/11).

2 November: Peringatan Deklarasi Balfour

Deklarasi Balfour tercantum dalam sepucuk surat tertanggal 2 November 1917 dari Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour kepada Walter Rothschild, tokoh pimpinan komunitas Yahudi Inggris, untuk diberitahukan kepada Federasi Sionis Britania Raya dan Irlandia. Isi Deklarasi Balfour disiarkan lewat media massa pada tanggal 9 November 1917.

Deklarasi Balfour adalah pernyataan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris selama Perang Dunia Pertama yang mengumumkan dukungan untuk pembentukan “rumah nasional bagi orang-orang Yahudi” di Palestina.

Kedubes Negara Palestina untuk Republik Indonesia menyatakan pada peringatan 100 Tahun Deklarasi Balfour yang tercela itu, Pemerintah Palestina sekali lagi mengimbau perlindungan internasional bagi rakyatnya dan penegakan berbagai resolusi PBB.

Pemerintah Palestina juga meminta semua Negara mengadopsi tindakan-tindakan sesuai dengan kewajiban internasional mereka untuk membantu mengakhiri penjajahan dan pendudukan Israe atas tanah Palestina.

11 November: Peringatan Hari Kematian Yasser Arafat

Pada 11 November 2004 wafat Yasser Arafat, pemimpin dan tokoh berpengaruh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Arafat, yang memimpin PLO selama 35 tahun dan menjadi presiden pertama Pemerintahan Palestina pada 1996, sesudah jatuh sakit. Dua pekan kemudian dia diterbangkan ke rumah sakit militer Prancis di Paris, dan meninggal pada 11 November 2004 pada usia 75 tahun.

Kedubes Palestina untuk Republik Indonesia menyatakan, Israel sebagai “tersangka pertama, fundamental dan satu-satunya dalam pembunuhan Yasser Arafat. Pemimpin Palestina Yasser Arafat terbukti diracun sampai mati dengan bahan kimia yang disebut Polonium-210.

15 November: Deklarasi Kemerdekaan Palestina

Pada 15 November 1988, Dewan Nasional Palestina, badan legislatif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengeluarkan Deklarasi Kemerdekaan Palestina.

Deklarasi tersebut ditulis oleh pemimpin Palestina terkemuka Yasser Arafat dari Aljazair, di mana dia menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina.

Kedubes Palestina untuk Republik Indonesia menyatakan, lebih dari 140 negara di dunia telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat. Pengakuan ini terus berlanjut meski masih di bawah pendudukan dan blokade Israel hingga kini.

“Lebih dari tiga dekade telah berlalu sejak Palestina mendeklarasikan kemerdekaan, namun tujuan ini tetap tidak terpenuhi karena pendudukan Israel terus berlanjut dan pengakuan oleh kekuatan utama dunia masih kurang,” tegas Kedubes Palestina untuk Republik Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

29 November: Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina

Pada tahun 1977, Majelis Umum PBB menyerukan peringatan tahunan tanggal 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina (Resolusi 32/40 B). Pada hari itu, pada tahun 1947, Majelis mengadopsi resolusi tentang partisi Palestina (Resolusi 181 (1)).

Kedubes Palestina untuk Republik Indonesia mengajak, pada peringatan Hari Internasional ini, marilah kita berkomitmen untuk menghembuskan kehidupan baru ke dalam proses perdamaian sehingga tujuan kenegaraan bagi Palestina dapat terwujud sebelum tragedi ini memakan lebih banyak nyawa.

“Komunitas internasional juga telah memainkan peran penting dalam konflik ini sejak awal dan tidak dapat lepas dari tanggung jawabnya sendiri untuk berkontribusi pada solusi.”

Kedubes Palestina untuk Republik Indonesia menegraskan, Rakyat Palestina memiliki hak untuk menikmati kebebasan, martabat, dan kemerdekaan di Negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

“Ini sangat penting bagi kawasan kita untuk menikmati keamanan, keselamatan, dan stabilitas. Kedamaian adalah tujuan akhir kami. Ini adalah kepentingan Palestina, Arab dan internasional. Hal tersebut ada dalam jangkauan kami, jika ada kemauan politik dan ada niat tulus untuk mencapainya demi masa depan yang lebih baik untuk semua rakyat dan untuk semua generasi mendatang kami.”(AK/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)