Hari Kedelapan: UAR Turut Bantu Angkat Kantung Jenazah dan Serpihan SJ-182

Tanjung Priuk, MINA – Korlap Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Jabodetabek Banten Akhirul Soleh mengatakan, operasi pencarian dan pertolongan untuk korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah menginjak hari kedelapan. Para relawan UAR ikut mengangkat kantung jenazah dan serpihan badan pesawat dengan menggunakan kapal Kapal KRI MURAU 856.

“Pencarian hingga Ahad (17/1) telah diterima kantong dari TNI Angkatan Laut sebanyak tujuh kantong terdiri dari tiga kantong serpihan puing kecil pesawat, tiga serpihan puing besar pesawat, 1 body part atau potongan tubuh manusia. Kedua dari penyelam BASARNAS telah diterima sembilan kantong yang terdiri dari serpihan puing besar pesawat serta 1 CVR dan 1 buah FDR Menggunakan KAPAL KRI MURAU 856,” kata Soleh kepada MINA.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan, tak pernah mengenal kata lelah, operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) lalu.

“Tidak kenal waktu istirahat,” tegas Rasman dalam konferensi pers sore tadi.

Kekuatan personil ada 11 personil dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Jabodetabek Banten. Tim SAR gabungan berjumlah 4.132 orang terdiri dari 795 Basarnas dan 3.337 potensi SAR, Kekuatan Alut: 54 Kapal, 18 RIB (Speed Boatd), 13 pesawat dan 30 Ambulance.

Ukhuwah Al-Fatah Rescue memiliki 19 cabang di wilayah Indonesia. UAR adalah sebuah organisasi swadaya masyarakat yang berpusat di Cileungsi, Bogor.

Didirikan pada 2004 ketika bencana tsunami terjadi di Provinsi Aceh, oleh mendiang pemimpin wadah persatuan umat, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H. Muhyiddin Hamidy.

UAR sudah terjun ke berbagai tempat bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri, seperti tsunami Aceh, tsunami Pangandaran, Gunung Merapi Yogyakarta, Gempa Nepal, Gaza Palestina dan lain-lain. (L/R8/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)