Gaza, MINA – Tentara penjajah Israel melancarkan serangan udara intensif dan tembakan artileri berat di Jalur Gaza pada Kamis (19/2), hari kedua bulan puasa Ramadan, meskipun ada perjanjian gencatan senjata 10 Oktober, kata para saksi mata.
Pesawat tempur Israel melakukan serangan di lingkungan timur Kota Gaza di utara, bersama dengan tembakan artileri di daerah sekitarnya, kata para saksi kepada Anadolu Agency.
Tentara penjajah Israel juga menembakkan suar penerangan di timur lingkungan Shujaiya di timur Kota Gaza.
Di kota-kota selatan Khan Younis dan Rafah, para saksi melaporkan setidaknya dua serangan udara Israel di daerah timur yang berada di bawah kendali militer Israel.
Baca Juga: UN Women: Perempuan Gaza Hadapi Tragedi Kemanusiaan Terburuk Dunia
Tembakan artileri juga menargetkan daerah al-Mawasi di barat Rafah, kata para saksi. Belum jelas apakah tembakan Israel tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan warga Palestina.
Warga Palestina di Gaza menjalani Ramadan tahun ini di tengah kehancuran luas setelah serangan dua tahun Israel, yang menyebabkan infrastruktur hancur dan kondisi kehidupan sangat tertekan meskipun ada gencatan senjata.
Dengan dukungan AS, Israel memulai perangnya di Gaza pada 8 Oktober 2023, yang mengakibatkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 171.000 luka-luka, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta kerusakan pada 90 persen infrastruktur sipil.
Meskipun ada gencatan senjata, tentara Israel melanjutkan serangannya, menewaskan setidaknya 611 warga Palestina dan melukai 1.630 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.[]
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic