Hari Solidaritas Palestina, MUI Galang Dana Pembangunan Rumah Sakit di Hebron

(Foto: tangkapan layar Zoom)

Jakarta, MINA — Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI menggelar Seminar Internasional sekaligus penggalangan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) Tepi Barat Palestina, di Wisma Mandiri, Jakarta, Rabu (1/12).

Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menyebutkan Hari Solidaritas Internasional untuk Masyarakat Palestina ini perlu diisi dengan sikap saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan.

Dia juga berharap agar umat Islam menjadikan Islam Wasathiyah sebagai landasan perjuangan bersama.

“Keadilan bagaimanapun bentuknya perlu kita perjuangkan tak terkecuali untuk bangsa Palestina, wasathiyatul Islam sebagai hal asasi dalam Al-Quran patut menjadi dasar aktivitas kita, ” ujar Buya Amir saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (30/11) di Wisma Mandiri, Jakarta.

Buya Amir berpesan agar perlunya mendorong solidaritas untuk membangun rumah sakit Indonesia di Hebron, Palestina.

“MUI mengajak kita semua bersinergi untuk RSIH serta berkolaborasi dalam bentuk partisipasi nyata pembangunan RSIH Hebron, ” ungkapnya.

Sementara Walikota Hebron Tayseer Abu Sneineh yang menjadi pembicara pamungkas telah menyampaikan perkembangan di Hebron, kota legendaris berada di wilayah Tepi Barat yang rawan.

Abu Sneineh menyatakan, meskipun setiap saat warga di kota tersebut menghadapi ancaman penggusuran oleh otoritas Israel, tetapi Kota Hebron terus melakukan pembangunab.

“Di kota ini terdapat sekolah-sekolah hingga institut pendidikan tinggi. Seluruh pembangunan di kota harus dijaga karena selalu dalam ancaman menggusuran oleh otoritas zionis Israel,” jelasnya.

Namun, lanjut Abu Sneineh, khusus untuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan semacamnya, dapat dipastikan akan aman karena bersifat kemanusiaan.

“Seluruh warga Hebron sangat mengharapkan proyek kemanusiaan pembangunan Rumah Sakit Indonesia tersebut akan dapat segera terwujud dan mereka siap untuk mengamankannya,” ujarnya.

Abu Sneineh juga menyampaikan kesiapan warga Hebron juga ditunjukan dengan disediakannya tanah wakaf dari warga untuk lokasi rumah sakit.

“Mereka juga selalu menanyakan kepada kami tentang kapan dimulainya pembangunan rumah sakit tersebut,” pungkasnya.

Menutup Seminar Internasional tersebut, Duta Besar Bunyan Saptomo kembali mengingatkan seluruh peserta Seminar baik yang hadir offline maupun online untuk mengajak masyarakat umum dan kalangan selebriti untuk memberikan donasinya pada pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina.

“Bulan Solidaritas untuk Bangsa Palestina merupakan momen yang sangat tepat untuk menggalang bantuan kemanusiaan bagi bangsa Palestina,” kata Dubes Bunyan.

Selain seminar dan penggalangan dana, kegiatan tersebut juga berisi peluncuran buku karya Komisi HLNKI MUI berjudul “Diplomasi Wasathiyatul Islam MUI”.

Ketua Panitia kegiatan ini, Amirah Nahrawi, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, solidaritas pada Palestina harus berbentuk nyata. Salah satunya dengan mendukung pendirian Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina.

Senior Vice President for Islamic Ecosystems Solution Bank Syariah Indonesia, Muhammad Syukron Habibi, menyambut baik seminar tersebut. Dia juga mendukung penuh inisiatif untuk Palestina.

“Isu Palestina adalah isu multidimensi, kompleks, dan kita semua dapat mendukung perjuangan bangsa palestina sesuai dengan konstitusi kita, ” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh seratusan peserta secara hybrid. Peserta berasal dari internal MUI, utusan ormas Islam, cendekiawan, intelektual, aktivis, dan juga lembaga kemanusiaan.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)