HAMAS: NETANYAHU TOLAK BEBERAPA PERSYARATAN PALESTINA

Mousa Abu Marzouk, Wakil ketua biro politik Hamas. Foto : facebook
Mousa Abu Marzouk, Wakil ketua biro politik Hamas. Foto : facebook

Gaza, 22 Syawwal 1435 / 18 Agustus 2014 (MINA) – Dr. Mousa Abu Marzouk, wakil kepala biro politik Hamas, Senin, menegaskan dalam pernyataan resminya, Perdana Menteri penjajah Israel Benyamin Netanyahu menolak beberapa persyaratan yang diajukan Palestina.

Persyaratan yang ditilak Netanyahu meliputi pendirian pelabuhan, bandara dan pembebasan tawanan. Namun, ia minta hal itu dibicarakan sebualan lagi.

Namun, sikap Palestina tetap tegas, jika salah satu saja persyaratan mereka tidak disepakati saat perundingan, maka para pejuang siap turun ke medan pertempuran lagi.

“Netanyahu telah mengembalikan  sama seperti sebelum perundingan setelah kalah dalam dua peperangan baik darat maupun udara, sehingga tidak mendapatkan apa yang menjadi tujuannya” Kata Abu Marzouk.

Delegasi Palestina itu menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memperpanjang gencatan senjata untuk yang ketiga kalinya.

Senin (18/8) merupakan hari terakhir delegasi Palestina melakukan perundingan tidak langsung di Kairo setelah melakukan gencatan senjata selama lima hari. Hingga berita ini ditulis belum ada kabar resmi dari delegasi Palestina di Kairo terhadap hasil yang diperoleh dalam perundingan tersebut.

Banyak pihak di Paletina berharap sebelum tengah malam sudah ada hasil yang menggembirakan terkait tuntutan rakyat Palestina.

Sebelumnya perundingan tidak langsung di Kairo antara Palestina dan Israel dengan mediator Mesir berjalan cukup alot. Zionis Israel mencoba memainkan tuntutan rakyat Palestina dengan mengulur waktu perundingan.

Delegasi Hamas dalam perundingan di kairo, Khalil Hayya dalam pernyataan pers sekembalinya dari Kairo Kamis lalu menyatakan bahwa musuh mencoba untuk memanipulasi kata-kata, tapi semua permasalahan telah tertuang dan diletakkan diatas meja, dan karena itulah kami menyetujui untuk memperpanjang gencatan senjata untuk memberikan kesempatan.

Hayya menambahkan  hasil perundingan yang seharusnya ditandatangani pada Rabu (14/7) malam dibatalkan, kerena juru runding di Kairo mengaku kesulitan menyimpulkan kesepekatan.

Pada perundingan tidak langsung di Kairo kali ini dibahas beberapa isu tuntutan rakyat Palestina, diantaranya pembukaan blockade terhadap Gaza, pembangunan pelabuhan dan bandara serta penghentian serangan Israel terhadap Gaza.

Juru bicara Al Qassam Abu Ubaida menyatakan bahwa, tuntutan tuntutan tersebut sangat mendasar dan merupakan hak asasi setiap manusia, dan jika salah satu tuntutan tersebut tidak di penuhi, dia menghimbau delegasi Palestina menarik diri dari perundingan dan pejuang di lapangan siap untuk kembali ke medan pertempuran. (L/K01/P04)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0