Hasanah Lifestyle Banking Berusaha Fasilitasi Gaya Hidup Ber-Hasanah Melalui Wakaf

Jakata, 14 Shafar 1438/14 November 2016 (MINA) – Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono  mengatakan, Hasanah Lifestyle Banking yang diusung BNI Syariah berusaha memfasilitasi gaya hidup ber-Hasanah melalui pengelolaan keuangan salah satunya melalui wakaf.

Wakaf merupakan amal Jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang mewakafkan hartanya di jalan Allah. Maka keutamaan orang yang berwakaf yaitu pahalanya akan terus mengalir meskipun wakif (orang yang berwakaf) sudah meninggal dunia.

“Kami merasa bangga dapat bekerjasama dengan lima lembaga penyalur wakaf, selanjutnya kami juga akan menggali potensi kerjasama lainnya yang saling menguntungkan dengan masing-masing lembaga dengan tujuan yang sama yaitu berdakwah,” kata Imam dalam penandatangan kerjasama Wakaf Hasanah dengan Lembaga Wakaf di Indonesia, Yayasan Raudhatul Muta’allimin, Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Senin (14/11) siang.

Kinerja BNI Syariah

“Alhamdulilah, BNI Syariah melawati triwulan ketiga di tahun 2016 dengan cukup baik walaupun tahun ini, ekonomi masih belum menunjukan perbaikan yang cukup berarti, karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat,” terang Imam.

Laba bersih triwulan ketiga tahun 2016 tercapai sebesar Rp 215,23 miliar atau naik sebesar 37, 42 persen dibanding tahun sebelumnya September 2015 sebesar RP 156,62 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut pada satu sisi disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya, di sisi lain hal ini dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus membaik.

Dengan tetap menjunjung semangat ber-Hasanah di tahun 2016 BNI Syariah bersyukur kinerja triwulan ketiga pada sisi neraca juga berjalan cukup optimal sebagaimana terlihat pada pertumbuhan asset Year on Year (YoY) naik sebesar 17,88 persen dari Rp 22,75 triliun pada September tahun lalu menjadi sebesar Rp 26,82 triliun.

Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,09 persen dan dana sebesar 20,26 persen terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Pembiayaan pada September 2015 sebesar Rp 16,97 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 19,53 triliun pada September tahun ini, pertumbuhan ini dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan sehingga NPF triwulan ketiga 2016 terjaga pada September tahun lalu sebesar RP 18,93 triliun meningkat menjadi Rp 22,77 triliun pada September 2016 dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,42 persen naik dari 43,78 persen di tahun sebelumnya,

Dari total pembiayaan sebesar Rp 19 , 53 triliun tersebut sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 53,46 persen disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,55 persen pembiayaan komersial sebesar 16,20 persen pembiayaan mikro sebesar 5,85 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1, 93 persen. Untuk pembiayaan konsumer maka sebagaian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah yakni sebesar 85,51 persen.

Pertumbuhan laba triwulan ketiga ini juga disambung dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang, hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif turun dari 91,60 persen pada September tahun 2015 menjadi 86,28 persen pada September 2016. (L/P002/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)