Hentikan Penggalian Terowongan di Al-Aqsa

Oleh : Ali Farkhan Tsani, Wartawan Mi’raj News Agency (MINA)

Terowongan Yahudisasi sudah lama terungkap di lingkungan Wadi Hilweh di Silwan, selatan Masjid Al-Aqsa, yang disebut Jalan Peziarah.

Pusat Informasi Silwan menyebutkan, asosiasi pemukim Yahudi El-Ad terus bekerja menggali terowongan di bawah rumah, jalan dan fasilitas lingkungan selama beberapa tahun terakhir.

Kaum Yahudi menyebutnya sebagai bagian dari jalan peziarah ke Kuil Kedua dari abad pertama Masehi. Sebuah terowongan yang mengarah dari Ain Silwan menuju Istana Umayyah.

Laporan menambahkan, pembuatan terowongan dan kelanjutan pekerjaan di terowongan dilakukan di bawah lingkungan Wadi Hilweh di bawah pengawasan dan perlindungan otoritas berwenang pendudukan dengan mengabaikan keselamatan warga.

Beberapa retakan tanah dan tanah longsor terjadi di rumah-rumah, jalan-jalan dan alun-alun Wadi Hilweh.

Pekerjaan penggalian dengan alat-alat listrik dan manual di bawahnya pun terus berlangsung sepanjang waktu.

Penggalian terowongan itu berlangsung sejak 2007. Demikian informasi dari laman Palestine Today.

Sejak Awal Pendudukan

Skema rancangan terowongan menuju Kompleks Masjidil Aqsa sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1967. Saat itu, otoritas pendudukan Israel mulai menghancurkan sebagian gerbang Al-Maghariba, yang terletak di barat daya Masjid Al-Aqsa.

Otoritas pendudukan pun mulai membuat titik-titik penggalian di bawah serambi barat Masjid Al-Aqsa.

Saat itu saja, sudah dibuat jalur terowongan besar dengan panjang 330 meter.

Aksi protes melawan penggalian terowongan itu pun menyeruak dimulai pada 25 September 1996.

Tindakan ilegal Yahudi itupun semakin terbongkar ketika Sheikh Raed Salah menyelinap dan mengungkap narasi palsu Israel dengan menerbitkan fakta-fakta temuannya tentang kota suci dan apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Sheikh Salah terus berupaya mengekspos prosedur Israel terhadap situs-situs penting Muslim dan Kristen di Yerusalem.
Terutama terowongan dan pekerjaan penggalian Israel di bawah Masjid Al-Aqsa.

Tahanan pun menjadi langganannya atas tuduhan penghasutan terhadap publik.

Hentikan Penggalian

Pemerintah Palestina tentu tidak diam juga. Hal itu antara lain disampaikan Perdana Menteri Mohamad Shtayyeh yang meminta Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB UNESCO untuk memeriksa penggalian Israel di Yerusalem.

UNESCO juga diminta bekerja untuk menghentikan rencana Departemen Purbakala Israel. Demikian dilaporkan al-Quds al-Araby edisi 21 Juli 2021.

“Kami meminta UNESCO untuk melakukan inspeksi terhadap penggalian yang dilakukan Israel di bawah Masjid Al-Aqsa, dan bekerja untuk menghentikan apa yang ingin dilakukan oleh Departemen Purbakala Israel,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kaum Muslimin, tentu kita pun tidak bisa membiarkan begitu saja aksi ilegal pendudukan dan pemukim Yahudi tersebut.

Perlu terus diupayakan penyebaran informasi itu untuk memberitahu dunia bahwa tindakan sepihak itu harus dihentikan.

Di sini peran media online sangat penting dan stragegis untuk membentuk opini global pembelaan terhadap Palestina dari sisi politik, sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan tentu agama. (A/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)