AL-QUR’AN bukan hanya kitab petunjuk spiritual, tetapi juga menyimpan isyarat ilmiah tentang kesehatan manusia. Allah menyinggung berbagai jenis tumbuhan dan herba yang tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga sebagai obat dan sumber nutrisi. Ayat-ayat tentang kurma, zaitun, jahe, anggur, delima, hingga habbatussauda memberi pesan mendalam bahwa bumi ini dipenuhi dengan “farmasi alami” yang Allah ciptakan demi kesejahteraan manusia. Setiap Muslim perlu merenungi ayat-ayat ini, sebab di dalamnya ada rahasia kesehatan yang selama ini sering kita abaikan.
Kurma, misalnya, disebut berulang kali dalam Al-Qur’an. Allah mengabadikan kurma bukan sekadar buah manis, tetapi juga sebagai makanan bergizi tinggi yang bisa menyelamatkan seorang ibu saat melahirkan, sebagaimana kisah Maryam dalam QS. Maryam: 25. Kandungan gula alami, serat, dan mineral di dalam kurma menjadikannya sumber energi instan yang menyehatkan. Ini adalah isyarat bahwa herba dan buah yang tumbuh alami seringkali lebih ampuh daripada suplemen kimia modern.
Zaitun juga mendapatkan tempat istimewa dalam Al-Qur’an. Allah bersumpah dengan pohon zaitun dalam QS. At-Tin: 1. Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang terbukti menyehatkan jantung, menurunkan kolesterol, dan melindungi tubuh dari inflamasi. Fakta medis ini menegaskan bahwa apa yang Allah sebut dalam wahyu-Nya bukanlah hal biasa, melainkan sumber kesehatan yang luar biasa. Minyak zaitun adalah “nutrisi ilahi” yang dapat menjadi kunci hidup sehat di zaman modern.
Selain itu, Al-Qur’an juga menyebutkan jahe dalam QS. Al-Insan: 17. Jahe, yang sering kita kenal sebagai rempah penyedap makanan, ternyata mengandung senyawa aktif gingerol yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian modern membuktikan jahe dapat membantu pencernaan, meredakan mual, hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Betapa menakjubkannya bahwa rempah sederhana ini telah disebut oleh Allah dalam kitab-Nya sejak lebih dari 14 abad lalu.
Baca Juga: 8 Fakta Nyata Kesehatan Mental Lebih Penting Dibanding Kesehatan Apapun
Delima adalah buah lain yang mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur’an, misalnya dalam QS. Ar-Rahman: 68. Buah ini kaya akan vitamin C, polifenol, dan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh. Delima juga diyakini dapat menyehatkan kulit, melancarkan peredaran darah, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan memakan delima, seorang Muslim bukan hanya merasakan kesegaran buah, tetapi juga menghidupkan sunnah alami yang telah Allah karuniakan.
Anggur pun disebut berulang kali dalam Al-Qur’an sebagai buah surga dan rezeki di dunia. Kandungan resveratrol di dalam anggur terbukti menyehatkan jantung dan melindungi tubuh dari penuaan dini. Anggur merah bahkan dikaitkan dengan kemampuan memperbaiki fungsi otak dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Pesan tersiratnya jelas: Allah telah menyediakan sumber nutrisi otentik untuk kita, tinggal bagaimana kita mensyukuri dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Habbatussauda atau jintan hitam meskipun tidak disebut langsung dalam Al-Qur’an, namun disebut dalam hadis Nabi SAW sebagai obat segala penyakit kecuali kematian. Jintan hitam mengandung thymoquinone yang memiliki efek antikanker, antiinflamasi, serta mampu memperkuat sistem imun. Jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat Islami, herba ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup Qur’ani yang menyehatkan tubuh dan jiwa.
Herba dalam Al-Qur’an bukan hanya soal nutrisi fisik, tetapi juga energi spiritual. Ketika seorang Muslim mengonsumsi makanan yang Allah sebut dalam wahyu-Nya, sejatinya ia sedang menghubungkan dirinya dengan fitrah kesehatan yang Allah tentukan. Makanan itu bukan sekadar zat, tetapi juga membawa berkah dan ketenangan hati. Inilah yang membedakan “nutrisi ilahi” dari sekadar gizi buatan.
Baca Juga: Menkes Wacanakan Laboratorium Khusus Campak untuk Percepat Deteksi
Kita hidup di era serba instan, di mana makanan olahan, fast food, dan bahan kimia mendominasi pola hidup manusia. Padahal, Al-Qur’an sudah mengajarkan bahwa kesehatan sejati ada pada yang alami, yang tumbuh dari bumi, yang disebut dalam wahyu. Jika umat Islam mau kembali pada petunjuk ini, maka insya Allah, tubuh akan lebih sehat, jiwa lebih tenang, dan hidup lebih berkah.
Akhirnya, herba dalam Al-Qur’an adalah bukti kasih sayang Allah yang tiada batas. Ia menurunkan wahyu untuk membimbing jiwa, sekaligus menyediakan nutrisi alami untuk menjaga tubuh. Setiap Muslim perlu menjadikan ilmu herba Qur’ani ini sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar teori. Karena kesehatan adalah amanah, dan Allah telah memberikan resep terbaiknya dalam kitab-Nya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Penanggulangan KLB Campak di Sumenep, Kemenkes Perkuat Imunisasi