Hidayat Nur Wahid Berharap Bank Syariah Indonesia Berpihak pada Umat

Foto: Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid

Jakarta, MINA – Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid berharap Bank Syariah Indonesia (BSI) yang baru diluncurkan Presiden Joko Widodo, dapat mengedepankan kepedulian pada pemberdayaan ekonomi Umat, dengan meningkatkan keberpihakan kepada UMKM.

“UMKM berkontribusi sekitar 60% terhadap perekonomian Indonesia dan menyerap hingga 120 juta angkatan kerja. Namun, selama ini sebagian besar penyaluran kredit ini diberikan kepada korporasi,” terangnya, demikian dikutip dari website MPR RI, Ahad (7/2).

“Bank Syariah Indonesia harus menjadi koreksi atas ketidakadilan sosial ini, dengan menjadi terdepan dalam mendorong peningkatan penyaluran kredit untuk UMKM, dan sebagai pengamalan sila ke 5 dari Pancasila, Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,” tambahnya.

Hidayat menekankan, Bank Syariah Indonesia tidak hanya mengejar target penyaluran 20% sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia. Namun juga menjaga agar minimal sama dengan capaian penyaluran UMKM oleh BRI Syariah yang mencapai 46%.

“Jika itu dijalankan, maka ada potensi kredit untuk UMKM sebesar Rp.107 Triliun,” ujarnya.

Hidayat menyebutkan, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar, yang proporsi muslimnya lebih dari 80% penduduk.

Namun, kontribusi perbankan syariah baru di angka 6,81%. Tingkat inklusi keuangan syariah juga baru mencapai 9,10% dan tingkat literasi keuangan syariah di angka 8,93%.

Kondisi tersebut merupakan indikator bahwa perbankan syariah selama ini belum menyentuh masyarakat kecil, yang dibuktikan dengan belum maksimalnya penyaluran untuk UMKM.

“Bank Syariah Indonesia harus membuktikan terimplementasikannya nilai “Syariah” yang dibawanya melalui keberpihakan kepada penyelenggaraan yang amanah kepada Umat,” katanya.

“Ini penting agar mendapatkan kepercayaan rakyat dan umat, antara lain dengan memprioritaskan UMKM,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo meresmikan PT. Bank Syariah Indonesia pada Senin (1/2) di Istana Negara.

Bank tersebut, merupakan hasil merger tiga bank syariah milik BUMN. Yaitu, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah. (R/Hju/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)